EkonomiSurabaya

Kejujuran Insan KAI Berbuah Kepercayaan, Ribuan Barang Tertinggal Berhasil Diamankan KAI Daop 8 Surabaya

×

Kejujuran Insan KAI Berbuah Kepercayaan, Ribuan Barang Tertinggal Berhasil Diamankan KAI Daop 8 Surabaya

Sebarkan artikel ini
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya melalui layanan Lost and Found, sebuah layanan yang tak hanya mengembalikan barang pelanggan, tetapi juga menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepada KAI. / Foto : KAI Sby

KaMedia – Kejujuran adalah nilai yang sering kali sederhana, tetapi dampaknya begitu besar. Hal itulah yang kembali ditunjukkan oleh insan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya melalui layanan Lost and Found, sebuah layanan yang tak hanya mengembalikan barang pelanggan, tetapi juga menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepada KAI.

Sebuah kisah menyentuh terjadi pada Minggu (12/7). Seorang pelanggan KA Arjuno relasi Malang–Surabaya mengunggah ucapan terima kasih di media sosial setelah dompet yang tertinggal di dalam kereta berhasil ditemukan dan dikembalikan dalam kondisi utuh.

Dompet tersebut ditemukan oleh petugas KAI, Putra, yang segera mengamankan barang tersebut sebelum diserahkan kembali kepada pemilik dengan didampingi petugas keamanan, Kukuh. Seluruh isi dompet dipastikan lengkap tanpa ada yang hilang.

Peristiwa sederhana ini menjadi bukti bahwa budaya integritas, kejujuran, dan kepedulian bukan sekadar slogan, melainkan telah menjadi bagian dari keseharian insan KAI dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan bahwa kepercayaan pelanggan merupakan aset yang paling berharga bagi perusahaan.

“Kepercayaan pelanggan merupakan aset yang sangat berharga bagi KAI. Karena itu, kami terus menanamkan nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan kepedulian kepada seluruh insan KAI. Pengembalian barang pelanggan secara utuh bukan sekadar menjalankan prosedur, tetapi merupakan wujud budaya kerja yang mengedepankan amanah dan pelayanan sepenuh hati,” ujar Mahendro.

Budaya pelayanan tersebut juga tercermin dari kinerja layanan Lost and Found sepanjang Semester I 2026. Selama Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 8 Surabaya berhasil mengamankan 3.051 barang milik pelanggan yang tertinggal di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta api, dengan nilai estimasi mencapai sekitar Rp1,1 miliar.

Dari jumlah tersebut, 270 barang merupakan barang berharga seperti telepon genggam, laptop, dompet, perhiasan, serta dokumen penting. Sementara itu, 2.739 barang berupa barang umum dan 42 barang merupakan makanan.

Seluruh barang yang ditemukan diproses sesuai standar operasional perusahaan agar tetap aman sekaligus memudahkan proses pengembalian kepada pemilik yang sah.

Hingga akhir Semester I 2026, sebanyak 802 barang telah berhasil kembali ke tangan pemiliknya. Sebanyak 1.011 barang telah diserahkan kepada dinas sosial sesuai ketentuan, 7 barang berupa makanan dimusnahkan karena melewati batas waktu penyimpanan, sedangkan 1.231 barang lainnya masih dalam proses penelusuran kepemilikan.

Menurut Mahendro, KAI telah menerapkan sistem Lost and Found yang terintegrasi secara nasional. Sistem ini memungkinkan proses pelacakan barang dilakukan dengan cepat dan akurat, meskipun laporan kehilangan dibuat di stasiun yang berbeda dengan lokasi ditemukannya barang.

Pelanggan yang merasa kehilangan barang dapat segera melaporkan kepada kondektur selama perjalanan, petugas Polsuska di stasiun, maupun melalui Contact Center KAI 121. Setelah laporan diterima, petugas akan melakukan penelusuran berdasarkan data dan ciri-ciri barang yang disampaikan.

Apabila barang berhasil ditemukan, pelanggan akan dihubungi untuk proses verifikasi sebelum barang dikembalikan. Seluruh barang temuan diberi label identifikasi, diverifikasi, dan dicatat dalam sistem Lost and Found yang terintegrasi secara nasional.

Barang yang belum diambil akan diamankan di Pos Pengamanan KAI di sejumlah stasiun besar, seperti Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, dan Stasiun Malang. Saat pengambilan, pelanggan diwajibkan menunjukkan identitas diri sebagai bagian dari proses verifikasi kepemilikan.

Selain itu, apabila petugas menemukan barang di area stasiun maupun di dalam kereta, pengumuman akan segera disampaikan melalui pengeras suara agar pemilik dapat langsung mengambilnya. Khusus makanan olahan yang tidak diambil lebih dari 1 x 24 jam akan dimusnahkan sesuai ketentuan demi menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan stasiun.

Mahendro juga mengingatkan pelanggan untuk selalu memeriksa kembali barang bawaan sebelum meninggalkan kereta maupun area stasiun.

“Meskipun layanan Lost and Found terus kami tingkatkan, kami tetap mengimbau pelanggan untuk selalu memeriksa kembali barang bawaannya sebelum turun dari kereta maupun meninggalkan area stasiun. Kebiasaan sederhana ini sangat efektif untuk mencegah barang tertinggal sehingga perjalanan tetap nyaman, aman, dan menyenangkan,” tutup Mahendro.

Bagi KAI Daop 8 Surabaya, layanan Lost and Found bukan sekadar mengelola barang yang tertinggal. Lebih dari itu, layanan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga amanah pelanggan. Sebab, perjalanan yang berkesan bukan hanya ketika penumpang tiba dengan selamat di tujuan, tetapi juga ketika setiap barang yang dipercayakan dapat kembali ke pemiliknya dengan utuh. Dari situlah kepercayaan tumbuh, dan pelayanan sepenuh hati menemukan maknanya.