EkonomiHeadlineJatim

Gubernur Khofifah Tinjau PG Ngadirejo Kediri, Optimistis Swasembada Gula Nasional Tercapai Lebih Cepat

×

Gubernur Khofifah Tinjau PG Ngadirejo Kediri, Optimistis Swasembada Gula Nasional Tercapai Lebih Cepat

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung proses produksi gula di Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kabupaten Kediri, salah satu unit strategis milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN)./ Foto : Pemprov Jatim.

KaMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung proses produksi gula di Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kabupaten Kediri, salah satu unit strategis milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Setibanya di lokasi, Gubernur Khofifah melihat secara langsung berbagai tahapan produksi gula, mulai dari pembongkaran tebu dari truk pengangkut, proses penggilingan, penyaringan nira, pengkristalan hingga pengemasan gula siap distribusi.

Suasana pabrik tampak sibuk dengan antrean truk pengangkut tebu yang terus berdatangan sejak pagi hari. Tingginya aktivitas tersebut menunjukkan antusiasme petani sekaligus meningkatnya produktivitas panen tebu tahun ini.

Menurut Khofifah, kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor pergulaan nasional. Namun demikian, ia meminta seluruh jajaran pabrik memastikan proses penggilingan berjalan optimal agar antrean tebu segera terurai dan kualitas produksi tetap terjaga.

“Insya Allah antrean ini segera terurai karena beberapa pabrik gula lainnya juga mulai melakukan penggilingan. Jadi proses perbaikan di berbagai lini terus dilakukan supaya ritme produksi semakin baik,” kata Khofifah.

PG Ngadirejo sendiri merupakan salah satu pabrik gula terbesar dengan kapasitas giling mencapai 7.000 Ton Cane Per Day (TCD). Pada musim giling 2025, pabrik ini berhasil menggiling sebanyak 10.676.262 kuintal tebu.

Khofifah menegaskan, kapasitas besar tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas produksi, terutama melalui penguatan rendemen gula. Rendemen dinilai sangat menentukan jumlah gula yang dihasilkan dari setiap tebu yang digiling.

“Yang diharapkan tentu peningkatan rendemen. Insya Allah musim giling sekarang ini sudah bisa mencapai 8,5 persen. Artinya sudah ada peningkatan dibanding sebelumnya,” ujarnya.

Ia optimistis, dengan optimalisasi kinerja pabrik gula dan dukungan seluruh pihak, target swasembada gula konsumsi nasional dapat tercapai lebih cepat. Apalagi Jawa Timur saat ini menjadi provinsi penghasil tebu terbesar sekaligus penyumbang utama produksi gula nasional.

Berdasarkan data, kontribusi Jawa Timur terhadap produksi gula nasional mencapai 51 persen. Pada tahun 2025, produksi gula kristal putih Jatim bahkan menembus 1.343.995 ton, menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Jumlah tersebut jauh melampaui provinsi lain seperti Lampung yang memproduksi sekitar 663.198 ton dan Jawa Tengah sebesar 344.243 ton.

Tak hanya itu, produksi gula Jawa Timur juga konsisten berada di atas 1 juta ton per tahun. Berdasarkan Outlook Tebu/Gula 2025 Direktorat Jenderal Perkebunan, rata-rata produksi gula Jatim selama periode 2021–2025 mencapai 1,185 juta ton per tahun dan menjadikan Jawa Timur sebagai kontributor terbesar produksi gula nasional.

“Alhamdulillah, target nasional yang diharapkan adalah swasembada gula konsumsi. Maka yang harus terus diperkuat adalah produktivitas dan perluasan lahan, khususnya di Jawa Timur,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada petani tebu, pabrik gula, sektor perkebunan, dan seluruh pemangku kepentingan yang terus menjaga stabilitas produksi gula nasional di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.

“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh petani tebu, pabrik gula, sektor perkebunan serta seluruh pihak yang terus bersinergi menjaga produktivitas dan stabilitas gula nasional. Semangat kolaborasi ini menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan swasembada gula nasional tahun 2026,” ucapnya.

Di akhir kunjungannya, Khofifah turut menuliskan pesan motivasi pada karung gula produksi PG Ngadirejo sebagai bentuk dukungan bagi kemajuan industri gula nasional.

“Semangat, sukses, berkah untuk SGN dan pergulaan nasional,” tulisnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, juga optimistis target swasembada gula nasional dapat tercapai pada akhir tahun 2026.

Menurutnya, optimisme tersebut didukung oleh meningkatnya produktivitas tebu, kenaikan hasil produksi gula, serta inovasi yang terus dilakukan di berbagai pabrik gula.

“Produktivitas tebu di Jawa Timur tahun ini meningkat hingga 1,5 juta ton dibanding tahun sebelumnya. Kami berharap PG Ngadirejo menjadi salah satu pilar utama swasembada gula nasional,” tegasnya.