EkonomiHeadlineJatimPemerintahan

Gubernur Khofifah Minta Warga Tetap Tenang: Stok LPG Aman, Jangan Panic Buying

×

Gubernur Khofifah Minta Warga Tetap Tenang: Stok LPG Aman, Jangan Panic Buying

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan menggunakan LPG serta BBM secara bijak sesuai kebutuhan / Foto : Pemprov Jatim.

KaMedia – Di tengah isu kelangkaan energi yang sempat beredar di sejumlah daerah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa angkat suara. Ia meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan menggunakan LPG serta BBM secara bijak sesuai kebutuhan.

Pesan itu disampaikan Khofifah bukan tanpa alasan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata dia, terus memantau langsung kondisi di lapangan dan memastikan stok energi, khususnya LPG, dalam kondisi aman.

“Stok LPG di Jawa Timur cukup. Tidak perlu khawatir, apalagi sampai panic buying. Gunakan secukupnya,” tegas Khofifah, Selasa (7/4).

Di balik imbauan itu, Pemprov Jatim bergerak cepat. Pengawasan distribusi diperketat untuk memastikan LPG subsidi benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak, rumah tangga, UMKM, petani, hingga nelayan.

Tak hanya itu, koordinasi lintas sektor juga diperkuat. Pemprov menggandeng pemerintah kabupaten/kota, Hiswana Migas, PT Pertamina Patra Niaga, hingga TNI dan Polri untuk menjaga distribusi tetap lancar dan mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga.

“Kami tidak ingin ada celah. Distribusi harus lancar, merata, dan tepat sasaran,” ujarnya tegas.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Jatim juga telah membentuk Tim Koordinasi Distribusi LPG 3 kilogram melalui keputusan gubernur. Tim ini menjadi ujung tombak pengawasan sekaligus pengendalian distribusi di lapangan.

Perannya tidak main-main. Mulai dari sosialisasi, pengawasan, evaluasi, hingga menyelesaikan persoalan distribusi di daerah menjadi tanggung jawab tim ini. Bahkan, penggunaan LPG subsidi oleh sektor yang tidak berhak seperti hotel, restoran, hingga usaha besar juga ikut diawasi ketat.
Langkah ini penting agar subsidi tidak salah sasaran.

“LPG 3 kilogram ini untuk masyarakat kecil. Harus kita jaga bersama,” kata Khofifah.

Ia juga mendorong masyarakat yang mampu untuk beralih ke LPG nonsubsidi, agar distribusi energi lebih adil.

Khofifah juga menyinggung isu yang sempat membuat warga resah, yakni kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram di Kabupaten Banyuwangi. Ia memastikan, kondisi tersebut bukan karena stok habis, melainkan gangguan distribusi yang kini sudah tertangani.

“Ini bukan kelangkaan. Hanya distribusinya sempat tersendat di beberapa titik,” jelasnya.

Sebagai respons cepat, dilakukan penambahan pasokan atau extra dropping secara besar-besaran. Sepanjang Maret 2026, distribusi LPG 3 kilogram di Banyuwangi bahkan melonjak hingga lebih dari 160 persen dari penyaluran normal.

Total dengan distribusi tambahan lainnya, angkanya mencapai lebih dari 170 persen.
Lonjakan ini membuat kondisi kembali normal. Meski sempat terjadi antrean di pangkalan, hal itu disebut hanya efek sementara akibat tingginya permintaan dalam waktu singkat.

Kondisi serupa juga sempat terjadi di Bojonegoro. Namun, langkah cepat melalui koordinasi dengan agen, pemerintah daerah, dan kepolisian membuat distribusi kembali stabil.

Untuk mencegah kepanikan, Pemprov Jatim juga mengintensifkan komunikasi publik bersama Pertamina. Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada isu yang belum jelas kebenarannya.

Khofifah mengingatkan, pembelian LPG sebaiknya dilakukan di pangkalan resmi agar harga dan ketersediaannya terjamin.

“Jangan beli di sembarang tempat. Pastikan di pangkalan resmi,” pesannya.

Ia juga kembali menekankan, perilaku panic buying justru bisa memperparah kondisi di lapangan. Ketika permintaan melonjak tiba-tiba, distribusi bisa terganggu meskipun stok sebenarnya cukup.

Di akhir pernyataannya, Khofifah mengeluarkan peringatan keras. Tidak boleh ada pihak yang bermain dengan distribusi energi. Penimbunan, spekulasi, hingga permainan harga akan ditindak tegas.

“Kami tidak akan toleransi. Jika ada pelanggaran, akan kami proses sesuai hukum,” tegasnya.

Pemprov Jatim, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan distribusi energi tetap bersih dan adil. Khofifah menegaskan satu hal penting: stabilitas energi juga bergantung pada masyarakat. Jika masyarakat tetap tenang, membeli sesuai kebutuhan, dan tidak terprovokasi isu, maka distribusi akan tetap terkendali.

“Ini tanggung jawab bersama. Jangan panik, jangan menimbun. Gunakan energi dengan bijak,” ujarnya.

Dengan pengawasan yang diperketat dan koordinasi yang terus diperkuat, Pemprov Jawa Timur optimistis pasokan LPG dan BBM akan tetap aman.

“InsyaAllah, selama kita saling menjaga, ketersediaan energi di Jawa Timur akan tetap stabil,” pungkas Khofifah.