Pemerintahan

Gedung Ambruk, Pemkab Sidoarjo Tak Bisa Lagi Tutup Mata

×

Gedung Ambruk, Pemkab Sidoarjo Tak Bisa Lagi Tutup Mata

Sebarkan artikel ini
Bupati Sidoarjo Subadi mendatangi SMP Negeri 1 Gedangan, melihat salah satu bagian bangunan yang ambruk / Foto : Fifin Jun.

KaMedia – SMP Negeri 1 Gedangan ambruk. Fakta ini menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Bangunan sekolah roboh diduga akibat material yang rapuh dan termakan usia. Peristiwa yang terjadi pada 25 Januari itu membuka borok lama: lemahnya pengawasan dan perawatan infrastruktur pendidikan.

Bupati Sidoarjo, Subandi, turun langsung ke lokasi. Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Tirto Adi dan Wakil Ketua DPRD Warih Andiono, ia melakukan inspeksi mendadak. Hasilnya jelas: kualitas bangunan buruk dan kondisi tanah yang rendah membuat sekolah rawan banjir setiap hujan turun.

“Anggaran pemerintah sudah berjalan. Nanti kita maksimalkan dengan anggaran BTT dan segera dikoordinasikan. Setelah Lebaran, sekolah harus sudah bisa digunakan kembali,” tegas Subandi.

Pernyataan itu sekaligus menjadi pengakuan bahwa kondisi gedung memang mengkhawatirkan. Subandi memastikan perbaikan akan dikaji menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD. Artinya, ada situasi darurat yang tak bisa lagi ditunda.

Tak berhenti di situ, Bupati juga akan memanggil Dinas Perumahan Permukiman dan Cipta Karya (Perkim) serta Sekretaris Daerah untuk rapat koordinasi. Targetnya jelas: langkah teknis harus segera diputuskan. Bukan hanya memperbaiki bangunan yang ambruk, tetapi juga meninggikan permukaan tanah sekolah agar persoalan banjir tidak terus berulang.

Tragedi ini menjadi alarm keras. Sekolah adalah tempat belajar dan berlindung, bukan bangunan rapuh yang mengancam keselamatan siswa. Pemerintah daerah kini dituntut bergerak cepat, transparan, dan bertanggung jawab. Tidak boleh ada lagi kelalaian yang dibayar mahal oleh keselamatan anak-anak.