KaMedia – Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono atau akrab dipanggil Cak Awi merespon cepat tudingan dan tuntutan puluhan massa dari Aliansi Madura Indonesia (AMI) terkait terlibat jaringan narkoba.
“Saya posisi di Bali, lagi mengikuti Bimtek sampai Jumat. Nanti minggu depan saya pasti akan lakukan itu, tes anti narkoba di BNN,” jawabnya saat dikonfirmasi keberadaannya.
Cak Awi juga mengatakan jika seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya tidak benar dan hoax, selain itu juga bagian dari upaya pembunuhan karakter karena menyerang secara pribadi.
“Saya pastikan semua tuduhan itu tidak benar. Hoax, fitnah, yang menyerang pribadi saya. Sementara itu dulu klarifikasi saya” tegasnya.
Klarifikasi ini disampaikan terkait munculnya Aliansi Madura Indonesia (AMI) yang menggelar aksi unjuk rasa di kediaman dinas Adi di Jalan Progo, yang kemudian dilanjutkan ke Gedung DPRD di Jalan Yos Sudarso. Massa membawa spanduk dan berorasi lantang. Rabu (30/7/2025)
Dalam aksi tersebut, puluhan massa dari Aliansi Madura Indonesia (AMI) menyampaikan bahwa Adi Sutarwijono terafiliasi dengan jaringan narkotika milik Achmad Hidayat
AMI menuntut pencopotan jabatan yang disandang Adi Sutarwijono yang kini menduduki posisi sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya.
Ketua AMI, Baihaqi Akbar, meminta Badan Kehormatan DPRD menggandeng BNN dan kepolisian untuk melakukan tes darah dan rambut terhadap Adi.
“Kami punya bukti otentik. Ada narasumber, ada chat dengan Achmad Hidayat. Kami siap buktikan!” ujar Baihaqi. Ia juga mengklaim adanya intimidasi terhadap anggotanya agar aksi gagal.
Tak hanya itu, Baihaqi menyinggung peran Adi sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya sebelum pembebastugasan dan menuding adanya kelengahan dalam pengawasan peredaran narkoba di internal partai. Ia mendesak agar Badan Kehormatan segera memproses tuntutan mereka.











