Gaya HidupOlahragaSurabaya

Dari Ruang Sidang ke Layar Nobar, Judes Rayakan Final Piala Dunia Dengan Kebersamaan

×

Dari Ruang Sidang ke Layar Nobar, Judes Rayakan Final Piala Dunia Dengan Kebersamaan

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Final Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada 20 Juli 2026 dipastikan menjadi magnet bagi pecinta sepak bola di seluruh dunia. Pertarungan dua raksasa dari dua benua berbeda, Spanyol sebagai wakil Eropa dan Argentina dari Amerika Latin, akan menentukan siapa yang berhak menyandang predikat tim terbaik di muka bumi.

Laga puncak ini bukan sekadar pertandingan sepak bola. Atmosfernya telah menjelma menjadi pesta global yang menyatukan jutaan pasang mata. Di berbagai kota, masyarakat bersiap menggelar nonton bareng atau yang lebih akrab disebut nobar, sebagai cara menikmati euforia final bersama keluarga, sahabat, maupun komunitas.

Semangat itu juga menjangkiti Jurnalis Dewan Surabaya (Judes). Komunitas yang sehari-hari disibukkan dengan liputan politik, pemerintahan, hingga dinamika DPRD Kota Surabaya ini untuk sejenak akan meninggalkan hiruk-pikuk dunia politik dan larut dalam kemeriahan pesta sepak bola terbesar di dunia.

Ketua Panitia Pelaksana Nobar Judes DPRD Surabaya, Bahrul Marjuki, yang akrab disapa Coach Juki, mengungkapkan bahwa rencana menggelar nobar sebenarnya sudah muncul sejak turnamen empat tahunan tersebut resmi bergulir. Menurutnya, sejak fase penyisihan hingga babak gugur, obrolan para jurnalis hampir selalu diwarnai perdebatan seru mengenai tim-tim unggulan dan prediksi siapa yang akan melangkah hingga partai final.

” Memang sejak awal kami sudah merencanakan kegiatan ini. Di sela-sela kesibukan sebagai jurnalis, kami sering berdiskusi tentang hasil pertandingan, menganalisis permainan setiap tim, sampai saling memprediksi siapa yang akan menjadi juara dunia. Kini prediksi itu mengerucut pada Spanyol dan Argentina, sehingga rasanya kurang lengkap kalau tidak menjadi saksi bersama melalui acara nobar pada 20 Juli nanti,” ujar Coach Juki.

Bagi Judes, nobar bukan sekadar menyaksikan pertandingan di layar lebar. Panitia telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan yang akan membuat suasana semakin semarak. Mulai dari pembagian doorprize, sesi analisis pertandingan bersama pengamat sepak bola, lomba yel-yel antarpendukung, hingga makan bersama yang menjadi penutup kebersamaan.

Semua kegiatan tersebut, lanjut Coach Juki, diselenggarakan secara swadaya dengan dukungan para jurnalis yang berpartisipasi menyukseskan acara.

“Kami ingin membuat acara yang sederhana, tetapi tetap meriah. Jadi bukan hanya menonton pertandingan, melainkan benar-benar menikmati kebersamaan dan bergembira sesuai semangat Piala Dunia 2026, yakni Bola Gembira. Syukurlah, semua ini bisa terwujud berkat gotong royong teman-teman. Bahkan di penghujung acara nanti akan ada hadiah uang tunai sebesar Rp6,4 juta bagi peserta yang sejak awal berhasil menebak negara yang keluar sebagai Juara Dunia 2026,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Pokja Judes, Eko Widodo, menilai bahwa nobar memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar hiburan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat soliditas dan memperkuat hubungan antarsesama jurnalis yang selama ini berasal dari berbagai media dengan karakter, gaya penulisan, serta sudut pandang yang berbeda-beda.

Ia mengakui, setiap media memiliki idealisme dan kebijakan redaksinya masing-masing. Perbedaan itu merupakan sesuatu yang wajar dalam dunia jurnalistik. Namun, jangan sampai perbedaan tersebut menciptakan jarak dalam hubungan antarsesama wartawan.

” Kami semua membawa nama media yang berbeda. Cara menulis, sudut pandang, bahkan idealismenya tentu tidak selalu sama. Namun, perbedaan itu jangan sampai mengikis rasa kebersamaan. Di luar pekerjaan, kami tetap bersahabat, saling mendukung, dan berjalan tanpa sekat. Nobar ini menjadi salah satu cara sederhana tetapi efektif untuk memperkuat persaudaraan itu, apalagi nanti kami juga makan bersama,” tutur Eko.

Menurut Eko, semangat kebersamaan tersebut juga diwujudkan dengan melibatkan seluruh keluarga besar DPRD Kota Surabaya. Tidak hanya para jurnalis, kegiatan nobar juga mengundang anggota DPRD, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Sekretariat DPRD, hingga keluarga para jurnalis.

Dengan keterlibatan seluruh elemen tersebut, suasana yang tercipta diharapkan bukan sekadar menjadi ajang menyaksikan pertandingan, melainkan momentum mempererat silaturahmi di lingkungan kerja DPRD Kota Surabaya.

“Acara ini memang kami buka seluas-luasnya. Tidak hanya untuk jurnalis, tetapi juga anggota DPRD, pegawai Sekretariat DPRD, bahkan keluarga teman-teman jurnalis. Kami ingin semua merasakan suasana kekeluargaan sehingga hubungan yang sudah baik bisa semakin erat. Pada akhirnya, kita semua adalah bagian dari keluarga besar DPRD Kota Surabaya,” tambah Eko

Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri mengapresiasi rencana kegiatan nonton bareng final Piala Dunia yang digelar rekan-rekan jurnalis. Meski sederhana, kata dia, inisiatif para jurnalis yang menghadirkan kegiatan positif di tengah padatnya aktivitas peliputan patut diapresiasi.

Menurut Kaji Ipuk, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa para jurnalis tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian untuk membangun kebersamaan dan memperkuat solidaritas melalui kegiatan yang kreatif.

Dia herharap, semangat fair play dab sportifiras dalam dunia sepak bola menular pada kerja-kerja profesiohal wartawan baik dalam hal peliputan dan penulisan berita maupun dalam menjaga etika jurnalis sebagaimana yang sudah diatur dalam organisasi pers yang menaungi kawan-kawan jurnalis.

” Saya angkat topi untuk teman-teman jurnalis. Di tengah rutinitas yang begitu padat untuk menyajikan berita kepada masyarakat, mereka masih memiliki waktu dan semangat membangun soliditas melalui kegiatan nobar ini. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman Judes karena kegiatan luar biasa ini mampu diselenggarakan secara mandiri tanpa merepotkan pihak lain. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga dan menjadi energi positif bagi seluruh keluarga besar DPRD Kota Surabaya,” pungkas Kaji Ipuk.