KaMedia – Apresiasi tidak berhenti pada tepuk tangan dan seremoni. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memilih jalan tegas dan terukur: bonus diberikan, target langsung dinaikkan. Pada momen pembubaran kontingen Porprov IX Jawa Timur 2025, Mas Dhito secara terbuka menantang insan olahraga Kabupaten Kediri untuk melompat lebih jauh—menembus lima besar Porprov 2027.
Tantangan itu disampaikan saat penyerahan reward kepada atlet, pelatih, dan ofisial peraih medali Porprov IX Jatim 2025 di Graha Lila Semesta, Ngasem, Selasa (23/12/2025) sore. Di hadapan para patriot olahraga, Mas Dhito menegaskan bahwa prestasi harus terus bergerak naik, bukan berhenti di angka yang sudah diraih.
“Ini bentuk apresiasi pemerintah kepada cabang olahraga yang berprestasi. Dari Porprov 2023 kita peringkat 12, Porprov 2025 naik ke posisi 11 dari 38 kabupaten/kota. Tapi itu belum cukup. Target Porprov 2027 kita harus masuk lima besar,” tegas Mas Dhito.
Prestasi kontingen Kabupaten Kediri pada Porprov IX memang menunjukkan grafik menanjak. Dengan menurunkan 439 atlet dan 108 pelatih di 43 cabang olahraga, Kabupaten Kediri berhasil mengoleksi 93 medali—terdiri dari 24 emas, 23 perak, dan 46 perunggu. Raihan tersebut mengantarkan Bumi Panjalu naik satu peringkat dari gelaran sebelumnya.
Sebagai bentuk penghargaan nyata, Pemerintah Kabupaten Kediri mengucurkan total bonus Rp2,4 miliar yang diberikan kepada atlet, pelatih, dan ofisial. Reward tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Hanindhito dalam bentuk buku tabungan—sebuah pesan bahwa prestasi dihargai secara konkret.
Namun, Mas Dhito mengingatkan, bonus bukanlah garis akhir. Persaingan olahraga prestasi, menurutnya, menuntut konsistensi, disiplin, dan kerja keras jangka panjang.
“Jangan larut dalam kebanggaan. Prestasi harus dijaga dan ditingkatkan. Kita harus terus berproses agar Kabupaten Kediri bisa bersaing, tidak hanya di tingkat provinsi, tapi juga nasional hingga internasional,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, KONI, pelatih, dan masyarakat dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan. Pembinaan atlet muda, kata Mas Dhito, menjadi kunci agar regenerasi prestasi tidak terputus.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Bupati dan Pemkab Kediri terhadap olahraga prestasi. Menurutnya, reward yang diberikan menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap jerih payah atlet dan pelatih.
“Menjawab target Mas Bupati, kami akan mulai mempersiapkan sejak 2026. Pembinaan jangka panjang untuk Porprov 2027 menjadi fokus utama,” kata Hakim.
Ia menambahkan, KONI Kabupaten Kediri akan memaksimalkan tambahan cabang olahraga potensial dan memperkuat pembinaan pada cabor-cabor terukur seperti renang dan atletik. Selain itu, KONI juga berupaya menjaga agar atlet asli Kabupaten Kediri tetap membela daerahnya sendiri.
“Fokus kami membina atlet yang ada agar tidak pindah membela daerah lain. Di Porprov kemarin, sudah cukup banyak atlet yang kembali membela Kabupaten Kediri, dan itu akan terus kami dorong,” pungkasnya.
Bonus telah dibagikan, tantangan sudah dilempar. Kini, Porprov 2027 bukan sekadar target di atas kertas, melainkan komitmen bersama: Kabupaten Kediri ingin naik kelas dan berbicara di barisan elite olahraga Jawa Timur.











