HeadlineOlahragaSurabaya

Ambisi Judes Juara Pupus di Tangan FIF Sidoarjo

×

Ambisi Judes Juara Pupus di Tangan FIF Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
FIF Sidoarjo akhirnya menjadi yang terbaik dalam turnamen mini soccer Piala Kemerdekaan yang dihelat oleh Jurnalis Dewan Surabaya / Foto : Judes.

KaMedia – Ambisi Judes FC merebut gelar juara Piala Kemerdekaan HUT ke-81 RI pupus di tangan FIF Group Sidoarjo. Dalam final turnamen mini soccer yang digelar Jurnalis Dewan Surabaya (Judes) Indonesia di Lapangan BJS, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jumat (21/8/2026), FIF tampil lebih tajam dan mengunci kemenangan 1-0.

FIF Group Sidoarjo pun berhak mengangkat trofi juara pertama. Judes FC harus puas sebagai runner-up, sedangkan posisi juara 3 bersama ditempati Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Surabaya dan PWI Kota Surabaya.

Sejak peluit awal, final berlangsung panas. Kedua tim menurunkan pemain terbaik dan langsung bermain dalam tempo tinggi. FIF tampil agresif dengan tekanan bertubi-tubi, sementara Judes FC mencoba membongkar pertahanan lawan melalui kombinasi umpan-umpan pendek.

Petaka datang bagi Judes pada menit kesembilan. Serangan cepat FIF berujung sepakan keras yang merobek gawang Judes FC. Gol tunggal itu menjadi pembeda sekaligus memupus ambisi tuan rumah untuk menjadi kampiun.

Tertinggal satu gol, Judes FC meningkatkan tekanan pada babak kedua. Namun, rapatnya pertahanan FIF membuat berbagai upaya serangan Judes tak mampu mengubah papan skor. Duel semakin keras dan tensi pertandingan meninggi hingga wasit meniup peluit panjang.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, yang hadir melakukan kick-off seremoni pembukaan, mengingatkan bahwa turnamen tersebut bukan semata-mata soal menang dan kalah.

“Kita harus menghormati bahwa acara ini adalah acara kebersamaan. Kalau ada turnamen, yang harus dijunjung adalah sportivitas.” ujar pria yang juga menjabat Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya.

Menurut Budi, sepak bola seharusnya menjadi ruang kegembiraan dan mempererat hubungan antarpeserta, bukan justru memantik perselisihan.

Senada, Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim menilai turnamen tersebut menjadi simbol keterbukaan insan media untuk membangun kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk pihak swasta.

” Teman-teman media tidak hanya membangun keakraban melalui silaturahmi pertandingan mini soccer antar media, tetapi juga dengan pihak lain, termasuk pihak swasta.” ujar Lutfil.

Lutfil menegaskan, skill dan sportivitas harus menjadi fondasi dalam setiap pertandingan.

Sementara itu, Ketua Umum Judes Indonesia, Inyong Maulana, memberikan apresiasi kepada FIF Group Sidoarjo sekaligus menjadikan kekalahan Judes sebagai bahan evaluasi.

“Ini sebuah turnamen lanjutan. Tahun sebelumnya kami juga menggelar turnamen semacam ini. Ke depan kami berharap pelaksanaannya lebih safety, lebih besar, dan lebih meriah,” ujarnya.

Harapan tinggal harapan. FIF berpesta, Judes harus menelan kenyataan pahit, gelar juara yang diburu akhirnya lepas hanya karena satu gol.