KaMedia – Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus mendekatkan akses pangan terjangkau kepada masyarakat melalui Pasar Murah.
Pada Minggu (16/8), Pasar Murah Pemprov Jatim digelar di dua lokasi di Kota Surabaya, yakni kawasan Krembangan Bhakti RW 2, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, serta halaman SMA Khadijah Surabaya.
Khofifah mengatakan, Pasar Murah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam pengendalian inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Karena itu, pelaksanaannya perlu didekatkan langsung ke permukiman dan titik aktivitas warga.
“Pengendalian inflasi harus kita rasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Karena itu, intervensinya harus sampai dekat dengan masyarakat, termasuk melalui Pasar Murah seperti ini,” ujarnya.
Menurut Khofifah, Pasar Murah juga menjadi cara menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam aksi nyata. Penyediaan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, kata dia, merupakan bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila.
“Dengan Pasar Murah ini, insya Allah akses pangan terjangkau akan menjadi perwujudan sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jatim menyediakan sedikitnya 10 komoditas pangan strategis dengan harga terjangkau, antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per pak, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, dan gula pasir Rp14.000 per kilogram.
Selain itu, tersedia bawang putih dan bawang merah masing-masing Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pak.
Pasar Murah juga menjadi ruang promosi bagi produk Industri Kecil dan Menengah (IKM). Masyarakat dapat berbelanja langsung dari pelaku usaha, sementara produk IKM memperoleh akses pasar dan kesempatan lebih luas untuk dikenal.
Khofifah turut membeli produk IKM yang dipasarkan di kedua lokasi untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat.
” Jadi bukan hanya masyarakat yang mendapatkan manfaat dari Pasar Murah ini, tetapi pelaku IKM juga kita dorong agar produknya semakin dikenal dan memiliki pasar,” terangnya.
Khofifah menegaskan, pengendalian inflasi membutuhkan kolaborasi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Bulog, distributor, pelaku usaha, hingga produsen pangan. Sinergi tersebut penting untuk menjaga kelancaran rantai pasok, memastikan ketersediaan komoditas, serta mengantisipasi gejolak harga.
“Pasar Murah akan terus kita hadirkan di titik-titik yang membutuhkan. Prinsipnya, pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan akses terhadap kebutuhan pokok yang terjangkau,” tuturnya.
Di kawasan Krembangan, kegiatan Pasar Murah sekaligus menjadi momentum menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Khofifah membagikan Bendera Merah Putih kepada warga yang kemudian bersama-sama membentangkan bendera, meneriakkan “Merdeka!” dan menyanyikan lagu “17 Agustus”.
Semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui kepedulian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan. Beras gratis diberikan kepada lansia, telur kepada ibu hamil dan balita, serta snack box kepada anak-anak di sekitar lokasi.
Apresiasi juga diberikan kepada para petugas kebersihan yang sehari-hari menjaga kebersihan lingkungan Krembangan melalui paket sembako dan tali asih.
Khofifah menegaskan, kemerdekaan tidak cukup dimaknai melalui seremoni, tetapi harus hadir dalam bentuk kepedulian dan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus terus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan memastikan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan dasarnya dengan baik dan memiliki daya beli yang terjaga,” pungkasnya.











