EkonomiHeadlineJatim

Jurus Jitu Gubernur Khofifah Lawan Inflasi, Borong Produk UMKM dan Gelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan

×

Jurus Jitu Gubernur Khofifah Lawan Inflasi, Borong Produk UMKM dan Gelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Pemerintah Provinsi Jawa Timur nampaknya enggan memberi celah sedikit pun bagi lonjakan inflasi untuk mencekik daya beli warganya. Langkah agresif kembali ditunjukkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Tidak tanggung-tanggung, aksi nyata ke-81 sepanjang tahun 2026 ini mendarat langsung di Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/7).

​Bukan sekadar seremonial potong pita, kehadiran Khofifah membawa misi ganda: menjinakkan harga pangan sekaligus menghidupkan urat nadi ekonomi wong cilik.

​”Pasar Murah ini bukan cuma soal jualan sembako miring, tapi ini ikhtiar konkret kita hadir langsung di tengah masyarakat. Saat harga pangan stabil, daya beli terjaga, di situlah kesejahteraan rakyat kita kawal,” tegas Khofifah di sela-sela peninjauan lokasi.

​Dalam sekejap, area Pasar Murah diserbu warga yang ingin menyelamatkan dompet mereka dari fluktuasi harga pasar. Pemprov Jatim sukses memotong jalur distribusi dengan menghadirkan harga yang bikin emak-emak tersenyum lebar.

​Khofifah sadar betul bahwa strategi ekonomi harus berjalan beriringan dengan misi kemanusiaan. Di tengah keriuhan pasar, Gubernur perempuan pertama Jatim ini menyisir kelompok rentan untuk membagikan jaring pengaman sosial.

​Para lansia di atas 60 tahun tersenyum sumringah saat menerima bantuan beras kemasan 5 kilogram gratis. Tak ketinggalan, ibu hamil dan anak-anak dihadiahi paket telur ayam segar demi mendongkrak perbaikan gizi keluarga dan mencegah stunting di akar rumput.

​”Kita ingin memastikan kelompok rentan ini tidak terabaikan. Mereka butuh perhatian lebih, baik dari sisi ekonomi maupun pemenuhan gizi,” ungkap Khofifah hangat.

​Ada pemandangan menarik yang memicu riuh tepuk tangan warga. Menolak pasif, Khofifah langsung mendatangi stan-stan UMKM lokal yang memamerkan produk unggulan Desa Bulukandang. Tanpa ragu, ia memborong berbagai produk kerajinan dan kuliner lokal, lalu membagikannya kembali secara cuma-cuma kepada warga yang hadir.

​Aksi “borong-borong” ini menjadi simbol kuat bahwa pengendalian inflasi di Jawa Timur tidak boleh mematikan usaha mikro. Sebaliknya, ekonomi kerakyatan harus menjadi motor penggerak utama.

​”Inflasi terkendali, tapi ekonomi lokal harus tetap jalan kencang. Dengan membeli produk UMKM, kita memperluas pasar mereka dan memastikan uang berputar di dalam desa ini sendiri,” pungkasnya optimis.

​Dengan sinergi ketat antara Bulog, distributor, dan pelaku usaha, Pemprov Jatim optimistis stabilitas harga di Jawa Timur akan tetap kokoh menghadapi tantangan ekonomi ke depan.