KaMedia – Peringatan Hari Kantong Plastik Sedunia di Sidoarjo tidak dilewati dengan seremonial belaka. Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, memilih turun langsung ke lapangan dan memberikan teguran menohok kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Gading Fajar, Senin (3/7/2026).
Didampingi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta unsur Forkopimda, Wabup Mimik menegaskan bahwa ruang publik yang dipinjamkan pemerintah untuk mengais rezeki bukanlah tempat pembuangan sampah massal. Kebersihan adalah harga mati yang harus dijaga bersama.
Dengan gaya bicaranya yang lugas khas Sidoarjoan, perempuan yang akrab disapa Mak Mimik ini langsung menyemprot kebiasaan buruk oknum pedagang yang masih abai terhadap lingkungan.
“Buang sampah jangan sak enake dewe (seenaknya sendiri)!” tegas Mak Mimik saat menyapa para pedagang di lokasi.
Mak Mimik mengingatkan bahwa fasilitas publik yang diberikan pemerintah adalah bentuk kelonggaran agar roda ekonomi warga tetap berputar. Namun, kelonggaran itu bukan berarti tanpa syarat. Ia meminta seluruh PKL memiliki kesadaran tinggi untuk mengemas sampahnya sendiri.
“Demi mewujudkan Sidoarjo yang baik dan asri, ayo kita mulai dari diri sendiri. Kalau ada sampahnya, masukkan ke kantong, dibawa pulang, atau dibuang di tempat yang semestinya,” cetus orang nomor dua di Pemkab Sidoarjo tersebut.
Strateginya jelas: setiap pedagang wajib mengantongi sampahnya secara mandiri sebelum lapak ditutup, sehingga tidak ada lagi gunungan sampah yang tertinggal dan merusak estetika kota.
Tak hanya sekadar menegur, aksi nyata juga ditunjukkan dalam rangkaian peringatan global yang jatuh setiap tanggal 3 Juli ini. Mak Mimik bersama jajaran Forkopimda melakukan penanaman 644 pohon di area strategis.
Menurutnya, perang melawan sampah plastik dan gerakan penghijauan harus berjalan beriringan. Membiarkan sampah plastik menumpuk sama saja dengan menggagalkan upaya penghijauan kota.
“Penanaman pohon ini diharapkan menjadi simbol komitmen kita bersama. Sidoarjo yang indah dan lestari tidak akan jatuh dari langit, melainkan harus kita ciptakan sendiri mulai dari kesadaran terkecil,” pungkasnya.
Peringatan Hari Kantong Plastik Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi Sidoarjo. Pesan dari pusat kota sangat jelas: pemerintah memberi ruang untuk berdagang, namun ketegasan terhadap kebersihan lingkungan tidak bisa ditawar lagi.











