KaMedia – Insiden tragis yang diduga terjadi akibat minimnya pengamanan proyek drainase di Jalan Margorejo memantik perhatian serius DPRD Surabaya. Ketua DPRD Kota Surabaya, H. Syaifuddin Zuhri, S.Sos., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek pembangunan yang menggunakan ruang publik.
Menurut Syaifuddin, seluruh proyek drainase maupun gorong-gorong wajib dilengkapi fasilitas pengamanan yang memadai, mulai dari barrier, jaring pengaman, rambu peringatan hingga lampu penerangan yang mudah terlihat pengguna jalan, terutama pada malam hari.
“Keselamatan masyarakat tidak boleh dianggap sebagai pelengkap administrasi. Pengamanan proyek harus benar-benar memenuhi standar agar tidak menimbulkan korban,” tegas Syaifuddin usai bertakziah ke rumah korban, Sabtu (13/6/2026) malam.
Ia menegaskan, apabila ditemukan kelalaian dalam pelaksanaan proyek, maka harus dilakukan penyelidikan secara menyeluruh. Jika terbukti terjadi pelanggaran terhadap prosedur keselamatan, pihak yang bertanggung jawab wajib diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Ini menyangkut keselamatan warga yang dilindungi undang-undang. Jika ada pelanggaran, harus ditindak tegas,” ujarnya.
Syaifuddin juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Surabaya yang dinilainya bergerak cepat merespons insiden tersebut. Namun demikian, ia meminta Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh proyek yang sedang berjalan.
Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya dilakukan di atas meja, melainkan harus menyentuh langsung kondisi lapangan agar potensi bahaya dapat dicegah sejak dini.
Sorotan khusus diarahkan padaproyek drainase di Jalan Margorejo yang diduga menjadi lokasi terjadinya kecelakaan. DPRD Surabaya meminta proyek tersebut dihentikan sementara hingga evaluasi menyeluruh dilakukan.
“Jika terbukti ada kelalaian, kontraktor harus bertanggung jawab, baik secara hukum maupun sosial kepada











