EkonomiJatim

Dari Sampah Jadi Kompos, Dari Gardu Jadi Ruang Hijau: Cara PLN Menyatukan Keandalan Listrik dan Ekonomi Lingkungan

×

Dari Sampah Jadi Kompos, Dari Gardu Jadi Ruang Hijau: Cara PLN Menyatukan Keandalan Listrik dan Ekonomi Lingkungan

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Di tengah tuntutan menjaga pasokan listrik yang andal sekaligus memperkuat komitmen terhadap lingkungan, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur (UIT JBM) menunjukkan bahwa keduanya bisa berjalan beriringan. Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dimanfaatkan PLN untuk menghadirkan aksi nyata yang tidak hanya berdampak pada kelestarian alam, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular.

Melalui program Gardu Induk Andal (GI ANDAL) dan aksi penghijauan yang digelar serentak di Gardu Induk (GI) 150 kV Kertosono serta Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Krian, PLN menghadirkan konsep pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dengan operasional ketenagalistrikan.

Program tersebut tidak berhenti pada penanaman pohon semata. Di lingkungan gardu induk, PLN juga melakukan pembersihan area, penataan kawasan, pengecatan ulang sejumlah titik, hingga pengolahan sampah organik menjadi kompos. Langkah terakhir inilah yang menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan lingkungan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan.

Pengolahan sampah organik menjadi kompos merupakan implementasi prinsip ekonomi sirkular yang kini semakin banyak diterapkan di berbagai sektor. Melalui konsep ini, limbah tidak lagi dipandang sebagai barang buangan, melainkan sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna.

Kompos yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik tersebut akan dimanfaatkan kembali untuk mendukung penghijauan dan perawatan tanaman di lingkungan kerja PLN. Dengan demikian, biaya pengadaan pupuk dapat ditekan, sementara limbah organik yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah berhasil dikembalikan ke siklus pemanfaatan yang produktif.

General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur, Ika Sudarmaja, mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran seluruh insan PLN dalam menjaga keseimbangan antara keandalan sistem kelistrikan dan pelestarian lingkungan.

“PLN meyakini bahwa keandalan pasokan listrik tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga kontinuitas layanan, tetapi juga dari bagaimana operasional perusahaan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan. Melalui GI ANDAL dan aksi penghijauan ini, kami memastikan aset ketenagalistrikan tetap andal sekaligus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Bagi PLN, investasi pada lingkungan juga merupakan investasi ekonomi jangka panjang. Lingkungan gardu induk yang bersih, hijau, dan tertata mampu mengurangi potensi gangguan operasional, meningkatkan keselamatan kerja, serta memperpanjang usia peralatan transmisi. Dampaknya tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga masyarakat dan pelaku industri yang bergantung pada pasokan listrik yang stabil.

Di sisi lain, penghijauan yang dilakukan di sekitar infrastruktur ketenagalistrikan turut mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan peningkatan kualitas udara. Keberadaan ruang hijau juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem serta memperkuat fungsi lingkungan di kawasan sekitar gardu induk.

Langkah ini sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus diperkuat PLN dalam menjalankan transformasi bisnisnya. Sebagai perusahaan penyedia energi nasional, PLN tidak hanya dituntut menghadirkan layanan yang andal, tetapi juga menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan rendah karbon dan transisi energi bersih di Indonesia.

Program GI ANDAL menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan tidak harus dipisahkan dari aktivitas bisnis. Justru sebaliknya, praktik-praktik ramah lingkungan dapat menciptakan efisiensi, mengurangi biaya operasional, serta menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, PLN UIT Jawa Bagian Timur berupaya membangun budaya kerja yang lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan operasional sistem kelistrikan. Sebuah pendekatan yang menunjukkan bahwa menjaga pasokan energi dan menjaga bumi bukanlah dua tujuan yang saling bertentangan, melainkan dua misi yang dapat diwujudkan secara bersamaan.

Di tengah semakin kuatnya tuntutan pembangunan berkelanjutan, langkah PLN menjadi contoh bahwa transformasi menuju ekonomi hijau dapat dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk mengubah sampah menjadi kompos dan menjadikan kawasan gardu induk sebagai ruang hijau yang produktif. Sebab pada akhirnya, menjaga energi untuk kehidupan juga berarti menjaga lingkungan sebagai fondasi masa depan ekonomi yang berkelanjutan.