KaMedia – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan keseriusannya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul berbasis pesantren. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi meluncurkan Program Beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur Tahun 2026 dengan terobosan baru yang membuka akses bagi santri untuk menempuh pendidikan di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Peluncuran program yang digelar di Ruang Hayam Wuruk Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Rabu (10/6), menjadi langkah strategis untuk memperluas peran santri dalam berbagai bidang profesi masa depan tanpa meninggalkan akar keislaman dan karakter kebangsaan.
Khofifah menegaskan bahwa pengembangan SDM pesantren harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Karena itu, beasiswa STEM menjadi pelengkap dari program yang selama ini telah membuka akses pendidikan santri mulai jenjang S1, S2, S3 hingga studi di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
“Tahun ini yang baru adalah santri-santri dari berbagai pondok pesantren mendapat kesempatan masuk program STEM. Ini diharapkan dapat memperkuat diversifikasi profesi berbasis pesantren,” ujar Khofifah.
Menurutnya, dunia saat ini sedang memasuki era persaingan global yang membutuhkan SDM unggul, adaptif, sekaligus berkarakter. Pesantren memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kepemimpinan sosial.
Khofifah bahkan mengutip pandangan ilmuwan dan diplomat internasional Kishore Mahbubani mengenai bergesernya pusat peradaban dunia ke Asia. Momentum tersebut, kata dia, harus dijawab dengan menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi pemain utama di tingkat global.
“Adaptasi ilmu-ilmu STEM dengan dunia pesantren sudah harus dilakukan sebagai bagian dari proses afirmasi dan percepatan pembangunan SDM unggul,” tegasnya.
Pada Tahun Anggaran 2026, Pemprov Jatim menyiapkan 1.100 kuota beasiswa bagi mahasiswa dan mahasantri. Rinciannya meliputi program Ma’had Aly, sarjana, magister, doktor, beasiswa STEM di perguruan tinggi negeri, hingga program magister di Universitas Al-Azhar Kairo.
Para penerima beasiswa akan menempuh pendidikan di 64 perguruan tinggi mitra di Jawa Timur serta Universitas Al-Azhar Mesir, salah satu pusat keilmuan Islam paling prestisius di dunia.
Program ini juga menunjukkan hasil nyata. Dalam enam tahun terakhir, Beasiswa LPPD telah menjangkau 7.976 mahasiswa dan mahasantri dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Sebanyak 2.580 penerima telah lulus sarjana, 1.325 lulus magister, dan 64 orang berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral.
Bahkan hingga 2029, Jawa Timur diproyeksikan memiliki tambahan sekitar 250 doktor hasil program beasiswa tersebut.
“Ini investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat Jawa Timur. Semakin banyak SDM unggul yang lahir dari pesantren, semakin besar kontribusinya bagi pembangunan daerah dan bangsa,” kata Khofifah.
Ketua LPPD Jawa Timur, Abd. Halim Soebahar, mengapresiasi komitmen Gubernur Khofifah yang dinilai konsisten memperjuangkan kemajuan pendidikan pesantren. Menurutnya, berbagai inovasi yang dilakukan Pemprov Jatim telah menghadirkan lompatan besar dalam pengembangan SDM pesantren.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara LPPD Jawa Timur dengan 63 perguruan tinggi mitra sebagai penguat komitmen bersama mencetak generasi unggul berbasis pesantren menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan dibukanya akses ke bidang STEM dan pendidikan internasional seperti Al-Azhar, Jawa Timur tidak hanya menyiapkan santri menjadi ulama, tetapi juga ilmuwan, peneliti, teknokrat, dan pemimpin masa depan yang mampu bersaing di panggung global.











