HeadlineJatimPemerintahan

Tujuh Tahun Tanpa Lawan! Jawa Timur Kembali Rajai Kelulusan PTN Se-Indonesia

×

Tujuh Tahun Tanpa Lawan! Jawa Timur Kembali Rajai Kelulusan PTN Se-Indonesia

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Jawa Timur kembali membuktikan taringnya sebagai “kiblat” pendidikan nasional. Provinsi ini sukses mempertahankan takhtanya sebagai pencetak murid terbanyak yang lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Hebatnya, rekor impresif ini berhasil dipertahankan selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019 hingga 2026!

​Setelah sebelumnya sukses mendominasi jalur tanpa tes melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, Jawa Timur kembali menyapu bersih kemenangan di jalur tes. Berdasarkan rekapitulasi Dinas Pendidikan Provinsi Jatim per 31 Mei 2026, sebanyak 24.213 murid dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.

​Angka ini melonjak tajam sebesar 19,9 persen atau bertambah 4.024 murid dibandingkan tahun lalu yang berada di angka 20.189 orang.

​Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tidak bisa menyembunyikan rasa syukur dan bangganya atas capaian gemilang ini. Menurutnya, ini adalah bukti sahih dari meratanya peningkatan kualitas SDM di Jawa Timur.

​“Alhamdulillah, kita bersyukur karena Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Jawa Timur berhasil mempertahankan posisi tertinggi nasional selama tujuh tahun berturut-turut, baik melalui jalur tanpa tes maupun jalur tes,” ujar Khofifah penuh antusias, Rabu (3/6).

​Jika menilik data SNBP 2026 sebelumnya, Jatim meloloskan 29.046 murid ke PTN dari total 108.122 pendaftar. Angka ini jauh meninggalkan provinsi besar lainnya seperti Jawa Barat (18.365 murid) dan Jawa Tengah (16.326 murid).

​Menariknya, keberhasilan tahun ini ditopang oleh lonjakan performa yang luar biasa dari berbagai daerah di Jatim. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo menjadi bintangnya dengan mencatatkan kenaikan kelulusan SNBT hingga 100,8 persen! Jumlah murid yang lolos di Sidoarjo melesat dari 2.265 murid pada 2025 menjadi 4.548 murid di tahun ini.

​Tak kalah memukau, wilayah Madura juga menunjukkan geliat yang sangat positif. Melalui program akselerasi MAMA MAU NAIK KELAS (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas), angka kelulusan di Pulau Garam merangkak naik secara signifikan, Pamekasan: Naik 33,02%, Bangkalan: Naik 15,5%, Sumenep: Naik 10%, dan Sampang: Naik 8,5%.

​“Capaian Madura tahun ini cukup luar biasa. Ini menunjukkan bahwa penguatan pendidikan melalui program MAMA MAU NAIK KELAS mulai menunjukkan hasil nyata,” tegas Khofifah.

Selain Madura, tren positif juga diikuti oleh Gresik (naik 26,6%), Bondowoso (25,6%), hingga Kabupaten Pasuruan (24,8%).

​Prestasi Jawa Timur terasa semakin indah dan inklusif karena tidak hanya dinikmati oleh kalangan mampu. Jatim juga dinobatkan sebagai provinsi dengan penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) terbanyak yang lolos SNBP secara nasional. Dari 40.213 pendaftar KIP-K asal Jatim, sebanyak 8.915 murid berhasil menembus PTN impian mereka.

​“Ini sejalan dengan komitmen kami untuk memastikan tidak ada anak Jawa Timur yang kehilangan kesempatan meraih pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi,” imbuh Khofifah.

​Keberhasilan masif ini diakui Gubernur Khofifah sebagai buah dari kerja keras kolektif. Mulai dari para murid yang gigih belajar, guru, kepala sekolah, hingga dukungan penuh orang tua di rumah.

​Menutup momentum emas ini, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa ribuan kelulusan ini bukan sekadar angka di atas kertas.

​“Semakin banyak anak Jawa Timur diterima di PTN, maka semakin besar peluang kita mencetak SDM unggul, kompetitif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkas Aries optimis.

Tag:
Penulis: WawanEditor: Ferdiansyah