PolitikSurabaya

Cak Ye Be Salurkan 21 Sapi Kurban, Hadirkan Kebahagiaan di Tengah Sulitnya Ekonomi

×

Cak Ye Be Salurkan 21 Sapi Kurban, Hadirkan Kebahagiaan di Tengah Sulitnya Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko atau akrab dipanggil Cak Ye Be membagikan daging qurban bagi masyarakat disekitarnya / Foto : Pokja Judes.

KaMedia – Pagi itu, suasana di kawasan Jalan Mastrip, Kecamatan Karangpilang, Surabaya Barat, tampak berbeda dari biasanya. Sejak matahari belum terlalu tinggi, warga mulai berdatangan membawa kupon pembagian daging kurban. Di sudut lain, panitia sibuk menyiapkan timbangan, mengatur antrean, hingga memastikan proses penyembelihan berjalan lancar.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih terasa berat bagi banyak keluarga, Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tahun ini menghadirkan makna yang lebih dalam. Bagi sebagian warga, pembagian daging kurban bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bantuan yang benar-benar dinanti.

“Dalam kondisi ekonomi sekarang, bantuan seperti ini sangat membantu,” ujar seorang warga sambil menunggu pembagian daging kurban, Rabu (27/5/2026).

Tahun ini, Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menyalurkan 21 ekor sapi dan 20 ekor kambing kurban untuk masyarakat sekitar kawasan bengkel kerjanya. Politisi Partai Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe itu mengaku sengaja menjadikan Iduladha sebagai momentum berbagi di tengah tekanan hidup yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, kondisi ekonomi beberapa bulan terakhir membuat banyak warga harus lebih berhitung dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Harga bahan pokok terus naik, sementara situasi cuaca yang tidak menentu akibat dampak El Nino turut memengaruhi sektor pertanian dan pangan.

“Petani sekarang menghadapi musim yang sulit diprediksi. Masa tanam terganggu, panen juga tidak selalu bagus. Dampaknya terasa sampai ke harga kebutuhan sehari-hari,” kata Cak Yebe saat ditemui di lokasi penyembelihan.

Ia memahami, kondisi tersebut membuat banyak keluarga semakin ketat mengatur pengeluaran rumah tangga. Karena itu, dirinya berharap pembagian hewan kurban dapat sedikit meringankan beban warga sekaligus menghadirkan kebahagiaan di hari raya.

Bagi Yona, Iduladha bukan hanya soal ritual keagamaan, tetapi juga tentang menjaga kepedulian sosial dan semangat gotong royong. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, ia percaya rasa saling membantu menjadi hal yang paling dibutuhkan masyarakat.

“Kadang yang membuat orang kuat bukan hanya bantuan materi, tetapi rasa bahwa mereka tidak sendirian menghadapi keadaan,” ujarnya.

Di lokasi penyembelihan, suasana kebersamaan terasa begitu hidup. Warga saling membantu, panitia bekerja tanpa lelah, sementara anak-anak tampak berlarian di sekitar area kegiatan. Di tengah antrean pembagian daging kurban, obrolan ringan dan senyum warga menjadi pemandangan yang menghangatkan suasana.

Momentum Iduladha tahun ini seolah mengingatkan bahwa di tengah tekanan ekonomi, solidaritas sosial masih tumbuh di tengah masyarakat. Bahwa berbagi, sekecil apa pun, tetap mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.