KaMedia – Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Jawa Timur terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni, ribuan buruh yang memadati halaman Kantor Gubernur Jawa Timur disuguhi “kado nyata” berupa paket kebijakan pro-pekerja dari Pemerintah Provinsi Jatim, Jumat (1/5).
Di tengah suasana hangat dan penuh kebersamaan, Khofifah Indar Parawansa bersama Emil Elestianto Dardak dan jajaran Forkopimda Jatim turun langsung menyapa para buruh dari berbagai serikat. Momentum ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah dan pekerja dalam membangun kesejahteraan bersama.
“May Day harus jadi momentum memperkuat sinergi, bukan sekadar peringatan. Kami ingin buruh benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” ujar Khofifah.
Pemprov Jatim membawa sejumlah kebijakan strategis yang langsung menyentuh kebutuhan buruh. Salah satu yang paling disorot adalah insentif pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dengan potongan sekitar 20 persen, khususnya bagi buruh kategori ekonomi menengah ke bawah.
Tak hanya itu, akses pendidikan bagi anak buruh juga diperluas melalui kuota afirmasi. Program ini menjadi bukti komitmen jangka panjang Pemprov Jatim dalam membuka peluang pendidikan yang lebih merata.
“Ini ikhtiar kami agar anak-anak buruh punya kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan terbaik,” kata Khofifah.
Kebutuhan mobilitas buruh juga tak luput dari perhatian. Pemprov Jatim merancang pengembangan Trans Jatim dengan membuka koridor baru di kawasan Pasuruan Raya, terutama untuk mendukung pekerja di kawasan industri.
Selain itu, pemerintah juga mulai menjajaki penyediaan hunian layak bagi buruh melalui sinergi dengan program nasional di sektor perumahan.
Langkah lain yang tak kalah penting adalah dorongan percepatan Rancangan Peraturan Daerah tentang Sistem Jaminan Pesangon. Regulasi ini diharapkan menjadi payung perlindungan bagi pekerja di masa depan.
Pada kesempatan tersebut, Pemprov Jatim juga menyerahkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris pekerja, meliputi jaminan kecelakaan kerja, hari tua, pensiun, hingga beasiswa pendidikan.
Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari kalangan buruh. Ketua SPSI Jatim, Ahmad Fauzi, menyebut langkah Pemprov Jatim sebagai bentuk keberpihakan nyata.
“Kami merasakan langsung manfaatnya. Ini bukan sekadar janji, tapi langkah konkret,” ujarnya.
Ia juga menilai program afirmasi pendidikan sebagai kebijakan progresif yang belum banyak diterapkan di daerah lain.
Peringatan May Day 2026 ditutup dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan kue ulang tahun kepada perwakilan buruh, simbol syukur sekaligus harapan akan masa depan pekerja yang lebih sejahtera.
Di Jawa Timur, May Day tahun ini bukan hanya tentang suara tuntutan, tetapi juga tentang hadirnya solusi.











