KaMedia – Laga terakhir putaran ketiga Liga Pegadaian Championship 2025–2026 bukan sekadar formalitas bagi Deltras FC. Meski peluang promosi ke Liga 1 sudah tertutup, duel kontra Persiba Balikpapan di kandang sendiri pada 3 Mei justru berubah menjadi pertarungan gengsi, bahkan bisa disebut laga “hidup mati” demi harga diri.
Di bawah komando pelatih caretaker Nurul Huda, skuad berjuluk The Lobster tak mau menutup musim dengan kepala tertunduk. Kemenangan menjadi harga mati, bukan lagi soal klasemen, tapi soal martabat di depan publik sendiri.
“Ini bukan soal lolos atau tidak. Ini soal siapa kita di kandang sendiri,” menjadi pesan tegas yang menggambarkan tekad Deltras jelang laga panas tersebut.
Bermodal kemenangan atas Persiku Kudus, kepercayaan diri pemain Deltras meningkat. Nurul Huda pun menegaskan timnya tidak akan bermain aman. Strategi sudah disiapkan matang, dari Plan A hingga Plan B, demi meredam kecepatan dan agresivitas Persiba.
“Kami datang dengan persiapan serius. Persiba tim cepat, tapi kami sudah antisipasi. Target kami jelas: menang,” tegas Nurul Huda.
Namun, ambisi Deltras dipastikan tak akan berjalan mulus. Persiba Balikpapan datang tanpa beban setelah mengunci tiket play-off, justru membuat mereka semakin berbahaya. Tim tamu berpotensi tampil lepas dan siap merusak ambisi tuan rumah.
Duel ini pun dipastikan berlangsung panas. Di satu sisi, Deltras mengusung misi balas harga diri. Di sisi lain, Persiba ingin menjaga momentum dan mental juara.
Satu hal yang pasti, meski tak lagi menentukan nasib promosi, laga ini tetap sarat tensi tinggi. Karena di sepak bola, harga diri seringkali lebih mahal dari sekadar tiket ke kasta tertinggi.











