HeadlineJatimNasionalOlahragaSurabaya

Puluhan Jurnalis Bedah Aturan Wasit Bareng Master Laws of The Game dari PSSI

×

Puluhan Jurnalis Bedah Aturan Wasit Bareng Master Laws of The Game dari PSSI

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa saat membedah aturan permainan bersama puluhan jurnalis / Foto : Istimewa

KaMedia – Puluhan wartawan di Surabaya dan Sidoarjo antusias mengikuti Workshop Laws of The Game yang digelar PSSI bersama Unesa di Gedung FIKK Unesa, Sabtu (18/4).

Narasumbernya bukan kaleng-kaleng: Yoshimi Ogawa, Ketua Komite Wasit PSSI dengan pengalaman 30 tahun di dunia perwasitan. Selama 2 jam, Ogawa membongkar aturan-aturan terbaru wasit langsung ke para jurnalis yang biasa liput Liga 1 sampai Timnas.

Ogawa ungkap PSSI kini punya “Refer System” , aplikasi khusus buat klub yang mau bertanya atau komplain soal keputusan wasit. Fokusnya pada 4 hal: gol, penalti, kartu merah langsung, dan salah identitas pemain.

“Setahu kami, hanya Indonesia yang pakai sistem ini di ASEAN,” kata Ogawa.

Ia juga menyoroti masih adanya kekerasan terhadap wasit dari level amatir sampai pro. Padahal Komite Wasit sudah rajin edukasi klub dan buka ruang komunikasi.

“Kadang interpretasi klub beda dengan Laws of The Game. Kami kasih umpan balik sesuai aturan,” jelasnya.

Ogawa tegas, media pegang peran penting di sepak bola Indonesia. Sebab pemberitaan bisa berdampak ke masyarakat. Ia minta jurnalis menulis berbasis Laws of The Game, bukan opini pribadi. Media briefing seperti ini sudah rutin digelar PSSI sejak pertengahan 2023.

Sesi jadi makin seru saat Ogawa putar cuplikan KMI dari BRI Super League dan Pegadaian Championship. Jurnalis diajak analisis bareng, itu penalti atau tidak, kartu merah atau tidak.

Wakil Dekan 1 FIKK Unesa, Prof. Gigih Siantoro, menyebut kampusnya dukung penuh agenda positif ini. Peserta pun puas.

Sore harinya, workshop lanjut fun football di Lapangan Unesa. Tim jurnalis lawan tim Unesa yang diperkuat Sekjen PSSI Yunus Nusi dan Gusti Randa. Skor akhir 5-2 untuk Unesa, gol pembuka dicetak Yunus Nusi.

“Pertandingan silaturahmi begini harus sering. Jaga kesehatan, jaga persaudaraan,” pungkas Yunus.