KaMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkap strategi besar yang membawa Jawa Timur menjadi lumbung pangan nasional saat menerima kunjungan peserta SESPIMTI Lemdiklat Polri di Gedung Negara Grahadi, Selasa (14/4).
Kunjungan dalam rangka Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) ini menjadi ajang pembelajaran bagi para perwira menengah dan tinggi Polri untuk melihat langsung praktik kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan yang sukses mendorong capaian Jawa Timur di berbagai sektor.
Di hadapan peserta, Khofifah menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan Jawa Timur terletak pada sinergi lintas sektor. Ia menyoroti peran strategis TNI-Polri dalam mendukung program ketahanan pangan, mulai dari pemetaan luas tambah tanam hingga optimalisasi jaringan irigasi.
“Sinergi dan kolaborasi menjadi kekuatan utama kami, termasuk dukungan TNI-Polri dalam memastikan keberhasilan sektor pertanian,” ujarnya.
Tak hanya itu, Khofifah juga menekankan posisi strategis Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara”. Saat ini, sekitar 80 persen distribusi logistik ke Indonesia Timur disuplai dari provinsi ini, menjadikannya simpul penting dalam rantai pasok nasional.
Secara data, Jawa Timur terus menunjukkan dominasinya di sektor pangan. Sejak 2020, provinsi ini konsisten menjadi penghasil padi dan beras terbesar nasional, serta menyumbang hampir 30 persen produksi jagung Indonesia.
Lebih jauh, Khofifah memaparkan berbagai inovasi, termasuk program swasembada daging melalui dukungan BBIB Singosari. Program ini dinilai berpotensi meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis peternakan.
“Dalam dua tahun, sapi bisa mencapai bobot hingga 600 kilogram. Ini peluang besar jika dikelola secara sistematis,” jelasnya.
Selain itu, Jawa Timur juga menyumbang lebih dari 50 persen produksi gula nasional. Jika program swasembada gula berjalan optimal, Khofifah optimistis Indonesia dapat mencapai kemandirian di sektor tersebut.
Di bidang sumber daya manusia, capaian Jawa Timur tak kalah menonjol. Selama tujuh tahun berturut-turut, siswa SMA/SMK Jawa Timur menjadi yang terbanyak diterima di perguruan tinggi negeri, baik melalui jalur reguler maupun KIP Kuliah.
Sementara itu, Ketua Rombongan PKDN SESPIMTI, Irjen Pol. Jawari, menyebut Jawa Timur sebagai laboratorium kepemimpinan yang ideal. Ia menilai keberhasilan di sektor ketahanan pangan menjadi contoh konkret implementasi kepemimpinan transformatif di lapangan.
“Jawa Timur sangat layak menjadi tempat belajar bagi calon pimpinan tinggi Polri,” ujarnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi sarana transfer praktik terbaik (best practice) dari Jawa Timur ke berbagai daerah lain di Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan nasional.











