KaMedia – Pokja Jurnalis Dewan Surabaya (Judes) mengirimkan tujuh tim, masing-masing beranggotakan dua orang untuk berlaga di Kejuaraan Cabang Olahraga Domino Indonesia (Kejurcab Orado) Kota Surabaya. Turnamen ini digelar di lantai 3 Ciputra World Surabaya, Minggu (29/3/2026) pukul 10.00 WIB, dengan total hadiah Rp6 juta.
Tim “Judes Gaple” yang baru terbentuk tidak dibebani target tinggi. Ketua Pokja Judes, Inyong Maulana, menegaskan timnya masih dalam tahap belajar dan belum berstatus atlet profesional.
“Kami tidak mematok target muluk. Fokus kami tampil optimal dan memanfaatkan setiap peluang yang ada,” ujar Maulana, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, kejuaraan ini menjadi ajang penting untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding, terutama dalam memahami aturan resmi domino yang diterapkan Orado. Selama ini, kompetisi internal Judes masih menggunakan aturan tidak baku.
“Kami melihat potensi teman-teman cukup besar, tetapi pemahaman aturan masih perlu ditingkatkan,” katanya.
Persiapan tim terbilang singkat, hanya tiga hari. Kondisi ini dipengaruhi banyak anggota yang belum kembali ke Surabaya usai pulang ke kampung halaman menjelang Lebaran. Meski demikian, tim berkomitmen tampil maksimal.
“Persiapan memang mepet, tapi kami siap all-out. Domino juga berpotensi menjadi cabang olahraga prestasi yang ke depan bisa tampil di PON,” tegas Maulana.
Ia menambahkan, absennya sejumlah pemain andalan tidak menyurutkan semangat tim. Jika tidak berdekatan dengan Lebaran, Judes berpeluang mengirim lebih banyak peserta.
Sementara itu, Humas Pokja Judes, Andre, menilai kejuaraan ini sebagai momentum penting untuk mengembangkan keterampilan anggota.
“Setelah liputan, teman-teman sering menyempatkan diri bermain domino. Ini menunjukkan minat yang besar,” ujarnya.
Ia juga menyebut, lomba domino kerap digelar dalam berbagai kegiatan internal, seperti refleksi akhir tahun 2025 dan peringatan 17 Agustus, dengan partisipasi tinggi.
Andre berharap anggota Judes memanfaatkan Kejurcab ini untuk mengasah kemampuan sekaligus belajar dari komunitas lain.
“Kejurcab ini kesempatan emas. Kita bisa bertemu lawan dengan strategi dan trik permainan yang lebih beragam,” pungkasnya.











