KaMedia – Pagi yang tenang di Hari Raya Idul Fitri terasa hangat di Masjid Agung Sidoarjo. Warga datang dengan wajah penuh syukur, mengenakan pakaian terbaik, dan membawa satu harapan yang sama: kembali bersih, saling memaafkan, dan memulai lembaran baru.
Di tengah suasana itu, Bupati Sidoarjo, Subandi, menyampaikan pesan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Sebelum pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, ia mengajak seluruh warga untuk menjadikan momen Lebaran sebagai titik awal mempererat persaudaraan.
“Di hari yang fitri ini, mari kita saling memaafkan, tanpa melihat status sosial. Kita semua sama, saling membutuhkan, dan harus saling menguatkan,” ujarnya.
Lebaran, menurutnya, bukan sekadar perayaan, tetapi juga kesempatan untuk menyembuhkan hubungan yang mungkin sempat renggang. Saling memaafkan menjadi jembatan untuk membangun kembali kehangatan di tengah masyarakat.
Pesan itu terasa sederhana, namun begitu relevan, terutama di tengah kehidupan yang sering kali dipenuhi kesibukan dan perbedaan. Peduli Lingkungan, Bentuk Nyata Kepedulian. Tak hanya soal hubungan antar manusia, Bupati Subandi juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan lingkungan.
Belakangan ini, cuaca ekstrem melanda beberapa wilayah di Sidoarjo. Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bencana seperti banjir dan angin puting beliung.
“Saya berharap masyarakat Sidoarjo tetap menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan. Dengan begitu, kita bisa mengantisipasi wilayah-wilayah rawan bencana,” pesannya.
Ajakan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak berhenti pada sesama manusia, tetapi juga pada alam tempat kita hidup.
Di akhir sambutannya, dengan penuh ketulusan, Bupati Subandi menyampaikan doa agar seluruh ibadah selama Ramadhan diterima dan membawa keberkahan bagi masyarakat. Ia pun menutup dengan ucapan yang selalu dinantikan di hari kemenangan
“Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.” pungkasnya.











