KaMedia – Upaya pengendalian inflasi di Jawa Timur kian diperkuat. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi memberangkatkan Truk Program Etalase Pengendali Inflasi Kab/Kota (EPIK) Mobile dari Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (26/2). Truk tersebut akan memulai misinya di Kabupaten Bangkalan sebelum bergerak ke 14 kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur.
Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim, Gubernur Khofifah melepas truk secara simbolis dengan memecahkan kendi.
“Truk EPIK ini insya Allah akan beroperasi di 15 kabupaten/kota. Mari kita berangkatkan dengan mengucapkan basmalah. Mudah-mudahan membawa manfaat dan keberkahan,” ujar Khofifah.
Truk EPIK Mobile membawa berbagai komoditas pangan strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, di antaranya
2 ton beras medium SPHP, 2 ton beras Jatim CETTAR, 100 karton minyak goreng, 1 ton gula pasir. Distribusi ini diharapkan mampu menjaga keterjangkauan harga di tengah dinamika pasar sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga stabil.
Pelepasan truk EPIK Mobile menjadi bagian dari rangkaian High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Perluasan dan Percepatan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Jawa Timur. Pertemuan tersebut mengusung tema “Menjaga Stabilitas Harga dan Optimalisasi Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah Menuju Ketahanan Pangan serta Kesejahteraan Masyarakat.”
Menurut Khofifah, EPIK merupakan wujud integrasi pengendalian inflasi Jawa Timur yang mengimplementasikan strategi 4K TPID, yakni,Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, Komunikasi efektif.
“Alhamdulillah, EPIK Mobile ini akan menjangkau berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Ke depan akan terus kita kembangkan hingga seluruh daerah agar distribusi merata dan inflasi tetap terjaga,” tegasnya.
Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Jawa Timur. Truk EPIK Mobile merupakan tindak lanjut dari hibah kendaraan BI Jatim tahun lalu yang difokuskan untuk mendukung pengendalian inflasi.
“Penguatan ekonomi, stabilisasi harga, dan pengendalian inflasi adalah tugas bersama. Tidak mungkin menjaga ketahanan pangan tanpa sinergi. Terima kasih kepada BI yang terus berkontribusi bersama kami,” pungkas Khofifah.











