EkonomiGaya HidupHeadlinePemerintahanSurabaya

Sukses Olah Sampah dan Donasi, RW IV Ngagel Rejo Jadi Prototype Kampung Pancasila Surabaya

×

Sukses Olah Sampah dan Donasi, RW IV Ngagel Rejo Jadi Prototype Kampung Pancasila Surabaya

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meninjau RW IV Ngagel Rejo yang diproyeksikan menjadi model percontohan Kampung Pancasila di Kota Surabaya / Foto : Diskominfo Surabaya.

KaMedia – RW IV Ngagel Rejo resmi diproyeksikan menjadi model percontohan Kampung Pancasila di Kota Surabaya. Penetapan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat meninjau kawasan itu pada Minggu (22/2/2026).

Penunjukan ini bukan tanpa alasan. RW IV dinilai berhasil menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam praktik nyata pengelolaan sampah mandiri, sistem keamanan terpadu, hingga pengumpulan donasi sosial antarwarga yang menembus angka puluhan juta rupiah.

“Alhamdulillah, Kampung Pancasila ini luar biasa. Di sini sudah jalan terkait pilah sampah, terkait orang yang mampu membantu orang yang tidak mampu. Tapi memang belum semuanya bergerak bersama,” ujar Eri.

Ia menegaskan, kebersihan lingkungan merupakan bagian dari iman yang harus dimulai dari kesadaran memilah sampah di setiap rumah. Atas capaian tersebut, ia menetapkan RW IV sebagai prototype bagi kampung-kampung lain di Surabaya yang belum memiliki sistem serupa.

Ketua RW IV Ngagel Rejo, Endang Purwaningtyas, memaparkan bahwa sejak 2024 hingga Februari 2026, total donasi warga yang terkumpul mencapai Rp90.331.000. Dari jumlah itu, Rp88.686.500 telah disalurkan untuk berbagai kebutuhan sosial, menyisakan saldo Rp1.644.500.
Dana tersebut digunakan untuk bantuan sembako, pembelian kursi roda bagi lansia, hingga dukungan rutin kepada program Bangga Surabaya Peduli (BSP) sebesar Rp1.200.000.

“Walaupun kecil, kami selalu menginspirasi warga bahwa kita harus bermanfaat dan ikut serta dalam pembangunan masyarakat,” ujar Endang.

Tak hanya itu, sistem santunan kematian bertajuk “Sinoman” yang diikuti 741 Kepala Keluarga (KK) juga berjalan konsisten. Setiap warga memberikan iuran sukarela Rp2.000 setiap ada warga yang meninggal dunia. Santunan yang diberikan mencapai Rp1 juta per keluarga duka, ditambah biaya jasa pemulasaraan dan pemakaman masing-masing Rp50.000.

Hingga November 2025, program ini mencatat saldo Rp50.038.300. Ke depan, warga bahkan menargetkan pengadaan ambulans secara swadaya.

Kemandirian ekonomi warga diperkuat melalui Bank Sampah “Guyub Sayekti” di RT 18. Setiap bulan, sebanyak 3 hingga 3,5 ton sampah kering berhasil dikumpulkan dan dijual. Hasilnya digunakan untuk pengadaan delapan titik CCTV, pembangunan sarana prasarana, serta bantuan pendidikan.

Saat ini, tercatat 452 rumah aktif memilah sampah, didukung 48 unit urban farming, instalasi biopori, serta pengolahan eko-enzim. Aktivitas tersebut melibatkan seluruh lapisan usia dan menjadi medium mempererat keguyuban warga.

Dari sisi keamanan, RW IV menerapkan Sistem Keamanan Terpadu (SISKAMDU) dengan sistem satu pintu di wilayah barat yang meliputi RT 1-5, 17, dan 18. Pengawasan dilakukan bersama antara warga dan petugas keamanan selama 24 jam.

RT lainnya menerapkan sistem mandiri dengan membayar satpam masing-masing. Ketua RT bersama warga turut menjaga lingkungan dari pukul 18.00 hingga 23.00 WIB.

Selain swadaya warga, dukungan Pemerintah Kota Surabaya melalui Musrenbang dan Dana Kelurahan juga disebut berkontribusi dalam penanganan banjir, perbaikan jalan, hingga program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Dengan capaian tersebut, RW IV Ngagel Rejo bukan sekadar kampung biasa. Ia menjelma menjadi laboratorium sosial, tempat gotong royong, kemandirian ekonomi, dan solidaritas berjalan beriringan.

Kini, tantangannya adalah memastikan semangat serupa tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan benar-benar direplikasi di seluruh penjuru Surabaya.