Gaya HidupOlahragaSurabaya

Saat Medali Masih Jauh, KONI Surabaya Dan DPRD Pilih Pemanasan Di Fun Sport

×

Saat Medali Masih Jauh, KONI Surabaya Dan DPRD Pilih Pemanasan Di Fun Sport

Sebarkan artikel ini

KaMedia -Di tengah tuntutan prestasi dan target Porprov 2027 yang kian dekat, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya justru memulai langkahnya dari lapangan fun sport. Rabu sore (28/1/2026), KONI Surabaya menggelar olahraga santai bersama DPRD Kota Surabaya di Stadion Gelora 10 Nopember, lebih mirip ajang temu kangen ketimbang forum serius pembinaan atlet.

Kegiatan yang diklaim sebagai penguat silaturahmi itu diikuti jajaran pengurus KONI dan wakil rakyat. Ketua KONI Surabaya Arderio Hukom menyebut agenda tersebut sebagai upaya “bonding” di antara pengurus yang jumlahnya kini membengkak hingga 132 orang.

“Ini ajang bonding. Pengurus banyak, jarang ketemu di rapat, jadi kita satukan lewat olahraga,” kata Arderio, seolah menegaskan bahwa koordinasi organisasi bisa ditambal lewat keringat sore hari.

Fun sport ini disebut sebagai yang pertama melibatkan DPRD. Rencananya, agenda serupa akan berlanjut dengan Pemkot Surabaya, HIPMI, hingga instansi lain. Daftar lawan bertanding bertambah, sementara daftar medali masih menunggu kepastian.

Di tengah tawa dan permainan persahabatan, KONI Surabaya tetap menyelipkan janji serius: pembinaan atlet menuju Porprov 2027. Pusat Latihan Cabang (Puslatcab) disebut sedang digagas, meski masih sebatas pendataan dan wacana lintas bidang.

“Kami sedang mendata untuk Puslatcab. Harapannya semua bidang bergerak sesuai porsinya,” ujar Arderio, kalimat normatif yang kerap terdengar setiap menjelang event besar.

Janji lain pun dilontarkan. Mulai 2027, uang Puslatcab diklaim bakal naik. Beasiswa kampus dan fasilitas rumah sakit untuk atlet juga disiapkan. Semua terdengar manis, meski bagi sebagian pihak, pertanyaan dasarnya tetap sama: kapan kerja keras di balik layar benar-benar dimulai?

Sore itu, bola memang bergulir, keringat bercucuran, dan senyum bertebaran. Namun publik Surabaya tentu berharap, semangat fun sport ini tak berhenti sebagai seremoni kebersamaan elite olahraga dan legislatif, melainkan benar-benar berbuah prestasi. Sebab Porprov tak menilai kekompakan di lapangan santai, melainkan hasil di podium juara.