HeadlineJatimPolitik

11 Daerah Tak Dikuasai Petahana, Akankah Menjadi Lumbung Suara Risma – Gus Hans ?

×

11 Daerah Tak Dikuasai Petahana, Akankah Menjadi Lumbung Suara Risma – Gus Hans ?

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Pilgub 2018 menyisakan catatan khusus bagi pasangan Khofifah – Emil dalam pertarungannya dengan pasangan dadakan Gus Ipul – Puti Soekarno Putri. Meski menang, namun pasangan Khofifah – Emil gagal menaklukan 11 daerah yang dikuasai PDIP.

11 daerah tersebut adalah Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kota Batu, Kota Blitar, Kota Madiun, Kota Pasuruan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Situbondo.

Tentu menjadi menarik jika kondisi tersebut dikaitkan dengan pilgub saat ini. Akankah Khofifah-Emil bisa menaklukkan 11 daerah tersebut atau justru menjadi lumbung suara Risma-Gus Hans?

Zahrul Azhar Asumta atau akrab dipanggil Gus Hans mempunyai pandangan tersendiri terkait peta Pilgub 2024. Gus Hans menilai bahwa ada perbedaan yang sangat kuat antara pilgub 2018 dengan 2024 khususnya menyangkut figur yang maju. Kehadiran Gus Ipul di 2018 dengan Bu Risma di 2024 mempunyai bobot yang berbeda dalam hal keterikatan figur calon secara emosional maupun struktural partai.

“Bu Risma kan jauh berbeda dengan Gus Ipul. Bu Risma betul-betul internal partai, pengurus partai, sehingga militansi yang dimunculkan pasti akan berbeda,” katanya, Selasa (29/10/2024).

Selain itu, Gus Hans optimistis wilayah-wilayah ‘merah’ PDIP yang di Pilgub Jatim 2018 bisa dimenangkan Khofifah-Emil seperti Kabupaten Ngawi bisa direbut kembal

“Apalagi di wilayah-wilayah yang dulu Mbak Puti menang, insyaallah akan bisa kita pertebal lagi dengan figur Bu Risma yang kader organik partai,” tandasnya.

Selain Ngawi, beberapa basis PDIP pada Pilgub Jatim 2018 bisa dimenangkan Khofifah-Emil di antaranya Surabaya yang selama ini disebut-sebut sebagai “Kandang Banteng”.

Karena itu, untuk mengejar ketertinggalan elektabilitas dari Khofifah-Emil, pasangan Risma-Gus Hans makin gencar turun ke masyarakat.

“Proses yang selama ini saya lakukan setiap hari saya jalan sekitar 9 sampai 11 titik beda-beda kabupaten. Bu Risma sendiri, saya juga sendiri,” katanya.

Hasilnya paten. Gus Hans mengklaim, dalam survei internal elektabilitas Risma bersamanya kini sudah menyentuh angka 33,5 persen.

“Jadi suara kita sekarang, alhamdulillah. Sebelum mendaftar, Bu Risma itu 13 persen. Begitu kita mendaftar, selisih 5 hari sudah menjadi 22 persen dan sekarang alhamdulillah tadi malam sudah 33,5 persen,” bebernya.

Gus Hans juga semakin yakin perolehan suaranya akan terus melesat, mengungguli petahana saat pencoblosan 27 November 2924.

“Dan perubahan di Jatim bisa terjadi kalau gubernurnya Bu Risma yang selama ini terbukti tegas, baik saat memimpin Surabaya maupun ketika menjadi Menteri Sosial,” pungkas Gus Hans