KaMedia – Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, S.A.P., memimpin inspeksi mendadak (sidak) dan razia di tiga lokasi yang selama ini diduga menjadi pusat penyakit masyarakat, Sabtu (11/7/2026) malam. Tiga titik yang disasar meliputi warung remang-remang di kawasan selatan Pabrik Gula Krembung, lokalisasi Krengseng, Krian, serta sejumlah tempat karaoke dan lokasi tongkrongan di Desa Lebo.
Operasi penertiban dipimpin langsung Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidoarjo, Yany Setyawan, bersama personel Satpol PP, TNI, Polri, dan Forkopimka setempat. Razia ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menciptakan wilayah yang aman, tertib, kondusif, sekaligus menekan penyebaran HIV/AIDS.
Sidak diawali di kawasan warung remang-remang Desa Mojoruntut, Krembung, yang diduga menjadi lokasi transaksi prostitusi. Namun, saat petugas menyisir lokasi, tidak ditemukan aktivitas maupun pelanggaran.
Rombongan kemudian bergerak ke lokalisasi Krengseng, Krian. Di lokasi ini, Mimik meninjau langsung sejumlah gubuk dan warung yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi. Meski sebagian besar lokasi sudah kosong, petugas memperoleh informasi adanya aktivitas perjudian, seperti sabung ayam dan permainan kartu cap jiki, yang selama ini meresahkan warga. Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan empat wanita penghibur.
Sepinya lokasi membuat petugas menduga informasi razia telah lebih dulu bocor sehingga para pelaku meninggalkan tempat sebelum tim tiba.
Meski demikian, Mimik menegaskan penertiban tidak boleh berhenti. Ia menginstruksikan agar bangunan liar di lokasi segera diproses untuk dibongkar sesuai prosedur, dilanjutkan dengan pembersihan dan pengamanan kawasan agar tidak kembali digunakan.
“Kalau memang berpindah tempat, segera dibersihkan. Jangan sampai dibiarkan berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Begitu terlihat ada aktivitas lagi, langsung ditertibkan. Lama-lama mereka akan bosan sendiri kalau tidak diberi ruang,” tegas Mimik di hadapan petugas.
Ia juga mengingatkan seluruh tahapan administrasi penertiban, mulai dari surat peringatan hingga pembongkaran mandiri, harus dilaksanakan sesuai ketentuan. Setiap perkembangan penanganan pun diminta segera dilaporkan.
Usai dari Krengseng, Mimik melanjutkan sidak ke Desa Lebo. Di lokasi ini, ia menemukan sejumlah lapak karaoke dan tempat tongkrongan yang berdiri di atas tanah kas desa (TKD). Petugas juga mendapati berbagai jenis minuman keras di beberapa lapak, serta sejumlah pengunjung yang tidak membawa kartu identitas.
Mimik meminta pemerintah desa segera melakukan pendataan dan penataan ulang seluruh lapak yang memanfaatkan aset desa. Menurutnya, pemanfaatan tanah kas desa harus memiliki legalitas yang jelas, tertata, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan desa.
“Hari ini saya ada di Desa Lebo. Di sini banyak lapak karaoke dan tempat tongkrongan yang berdiri di tanah kas desa. Kepala desa yang baru harus segera mendata dan menata ulang, berapa jumlah lapaknya, bagaimana pengelolaannya, dan berapa pemasukan untuk desa. Tadi juga kami menemukan berbagai jenis minuman keras di lokasi serta pengunjung yang tidak membawa kartu identitas,” ujar Mimik.
Menanggapi dugaan kebocoran informasi razia, Mimik mengakui hal tersebut menjadi catatan serius untuk evaluasi.
“Ada tiga titik yang kami datangi, tetapi sudah sepi karena diduga informasinya bocor. Ini menjadi evaluasi agar operasi berikutnya bisa lebih efektif,” katanya.
Ia menegaskan kawasan yang selama ini menjadi lokasi penyakit masyarakat harus segera ditata ulang agar memberi manfaat bagi warga.”Lokasi seperti ini harus segera dibersihkan. Setelah ditertibkan, lahannya bisa dimanfaatkan menjadi ruang terbuka hijau atau taman sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.
Mimik memastikan operasi penertiban tidak berhenti pada razia kali ini. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama aparat terkait akan terus melakukan operasi secara berkelanjutan untuk memberantas praktik-praktik yang mengganggu ketertiban umum.
“Razia akan terus kami lakukan. Sikat habis! Sidoarjo harus bersih, nyaman, dan asri,” pungkasnya.











