EkonomiJatim

Tebar Cahaya Ramadan: Saat Listrik Akhirnya Menyala di Rumah Umiyati

×

Tebar Cahaya Ramadan: Saat Listrik Akhirnya Menyala di Rumah Umiyati

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Di sebuah rumah sederhana di Desa Made, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, senyum Umiyati tak bisa disembunyikan. Hari itu berbeda dari hari-hari sebelumnya. Untuk pertama kalinya, rumahnya memiliki sambungan listrik sendiri.

Selama bertahun-tahun, perempuan yang sehari-hari bekerja menjahit kain majun untuk dijadikan lap itu harus menyalurkan listrik dari rumah saudaranya. Penerangan seadanya menjadi bagian dari rutinitasnya. Namun pada Rabu (4/3), harapannya berubah menjadi nyata.

Petugas dari PLN datang menyalakan sambungan listrik baru di rumahnya. Bagi Umiyati, momen itu terasa istimewa, apalagi terjadi di bulan Ramadan.

“Terima kasih banyak PLN atas kepeduliannya untuk saya,” ucapnya dengan haru.

Kisah Umiyati hanyalah satu dari ratusan cerita serupa di Jawa Timur. Melalui program Light Up The Dream, PLN menyalakan sambungan listrik secara serentak bagi masyarakat pra sejahtera. Pada momentum Ramadan tahun ini, sebanyak 1.700 rumah tangga di berbagai wilayah Indonesia mendapatkan sambungan listrik baru.

Di Jawa Timur sendiri, sebanyak 350 keluarga menerima bantuan tersebut, tersebar dari Bojonegoro hingga Banyuwangi. General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, mengatakan program ini berasal dari donasi para pegawai PLN yang ingin membantu masyarakat yang belum memiliki akses listrik.

“Pada momentum Ramadan ini kami menyalakan bantuan sambungan listrik bagi 350 masyarakat pra sejahtera di berbagai wilayah Jawa Timur,” ujarnya.

Menurutnya, listrik bukan sekadar penerangan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. Dengan listrik yang memadai, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari bisa berjalan lebih baik.

PLN juga terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperluas akses listrik bagi masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar semakin sedikit warga yang hidup tanpa listrik.

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim, Aris Mukiyono, menilai program Light Up The Dream memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah provinsi juga memiliki Program Pemasangan Listrik Gratis Rumah Tangga Miskin yang tahun ini menargetkan sekitar 35.000 penerima di sekitar 15 kabupaten di Jawa Timur.

Menurut Aris, program pemerintah dan PLN dapat saling melengkapi untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses listrik.

“Pemerintah harus hadir ketika ada masyarakat yang belum punya listrik. Maka PLN bersama pemerintah hadir untuk menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.