HeadlineJatimPemerintahan

Sekolah Nyaman, Mimpi Anak Tumbuh: Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 22 Sekolah di Pasuruan–Probolinggo

×

Sekolah Nyaman, Mimpi Anak Tumbuh: Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 22 Sekolah di Pasuruan–Probolinggo

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Di balik dinding kelas yang kokoh dan halaman sekolah yang tertata, tersimpan harapan para orang tua, doa para guru, serta mimpi anak-anak yang tengah bertumbuh. Itulah semangat yang mengiringi peresmian sarana fasilitas penunjang SMAN Taruna Madani Jawa Timur serta rehabilitasi dan revitalisasi 22 SMA, SMK, dan SLB di wilayah Pasuruan dan Probolinggo oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kamis (15/1).

Bagi Khofifah, pembangunan dan perbaikan sekolah bukan sekadar urusan fisik bangunan. Lebih dari itu, ini adalah ikhtiar panjang menyiapkan generasi masa depan Jawa Timur agar tumbuh dalam lingkungan belajar yang layak, aman, dan memanusiakan.

“Ini adalah wujud komitmen kita menyediakan ruang belajar yang bermartabat bagi putra-putri Jawa Timur. Dari sekolah inilah kita berharap lahir generasi emas yang berdaya saing dan berkarakter,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan, sekolah adalah ruang tumbuh. Tempat anak-anak merajut nilai, membangun karakter, dan menggantungkan mimpi. Karena itu, setiap ruang kelas yang diperbaiki sejatinya adalah upaya menjaga masa depan.

Revitalisasi yang dilakukan Pemprov Jatim mencakup perbaikan ruang kelas, sanitasi, hingga fasilitas penunjang pembelajaran agar sekolah menjadi lingkungan yang ramah anak dan mendukung proses belajar mengajar secara optimal.

“Ketika suasana belajar menjadi nyaman dan aman, anak-anak bisa belajar dengan lebih fokus. Harapan kita, prestasi juga akan ikut meningkat,” katanya.

Di wilayah Pasuruan, rehabilitasi menyasar 16 sekolah dengan total anggaran Rp 16,33 miliar. Sekolah-sekolah tersebut mulai dari SMAN Taruna Madani Jawa Timur, SMAN 1 Pandaan, SMKN 1 Grati, hingga SLB Negeri dan sekolah swasta.

Sementara di wilayah Probolinggo, revitalisasi dilakukan pada 6 sekolah dengan anggaran Rp 7,38 miliar, termasuk SMAN Sukapura, SMAN 3 Probolinggo, hingga SLB Negeri Gending. Gubernur Khofifah menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada sekolah negeri. Sekolah swasta juga dipandang sebagai mitra strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Di mana pun anak-anak bersekolah, mereka punya hak yang sama atas lingkungan belajar yang layak. Sekolah negeri dan swasta adalah satu ekosistem pendidikan Jawa Timur,” tegasnya.

Meski sarana prasarana penting, Khofifah mengingatkan bahwa sekolah yang baik tidak akan bermakna tanpa jiwa pendidikan di dalamnya. Jiwa itu hidup melalui guru yang mengajar dengan hati, kepala sekolah yang memberi teladan, dan siswa yang belajar dengan semangat serta akhlak yang baik.

“Tantangan kita bukan hanya membangun gedung, tapi memastikan fasilitas ini benar-benar dimanfaatkan untuk pembelajaran yang bermutu,” ujarnya.

Karena itu, revitalisasi fisik harus berjalan seiring dengan pembaruan cara mengajar, cara belajar, dan cara memimpin sekolah. Kepala sekolah dan guru didorong terus berinovasi dan berkolaborasi.

Sebagai bagian dari penguatan kualitas SDM, Khofifah juga menyinggung program Talent DNA, inovasi Jawa Timur dalam memetakan potensi dan kompetensi siswa. Jawa Timur menjadi provinsi pertama yang memiliki Bank Talent DNA di bidang pendidikan.

“Setiap anak itu unik dan punya kekuatan luar biasa. Dengan Talent DNA, kita bisa mengenali potensi mereka sejak dini dan mengarahkannya secara tepat,” jelasnya.

Melalui pendekatan ini, Jawa Timur berupaya menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi masa depan dengan profesi dan keahlian yang sesuai dengan bakatnya.
Di balik bangunan sekolah yang kini lebih layak, tersimpan harapan besar agar anak-anak Jawa Timur tumbuh menjadi generasi berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.

“Mari kita rawat bersama hasil ikhtiar ini. Kita isi sekolah-sekolah kita dengan pendidikan yang bermakna, agar benar-benar menjadi tempat lahirnya masa depan Jawa Timur,” pungkas Khofifah.