HeadlineJatimPemerintahan

Sambut Tahun Baru Dengan Doa, Gubernur Khofifah Ajak Jatim Tundukkan Hati Demi Solidaritas Bangsa

×

Sambut Tahun Baru Dengan Doa, Gubernur Khofifah Ajak Jatim Tundukkan Hati Demi Solidaritas Bangsa

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. / Foto : Dok.

KaMedia – Pergantian tahun tak selalu harus dirayakan dengan gemerlap cahaya dan dentuman kembang api. Di tengah duka yang menyelimuti sejumlah daerah di Indonesia akibat bencana banjir bandang, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk menyambut Tahun Baru 2026 dengan cara yang lebih hening, bermakna, dan penuh empati doa bersama.

Khofifah secara khusus mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur untuk tidak menggelar pesta kembang api pada malam pergantian tahun 2025 ke 2026. Imbauan ini bukan sekadar kebijakan seremonial, melainkan cerminan kepedulian dan solidaritas terhadap saudara-saudara sebangsa yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

“Pergantian tahun sepatutnya kita maknai dengan keprihatinan dan doa. Saudara-saudara kita sedang diuji dengan musibah besar. Sudah seharusnya kita hadir dengan empati, bukan euforia,” tutur Khofifah dengan nada penuh keprihatinan.

Menurutnya, doa bersama adalah simbol kekuatan kolektif bangsa untuk menundukkan hati, merenung, sekaligus menumbuhkan harapan baru. Dalam keheningan doa, nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, dan spiritualitas justru menemukan maknanya yang paling dalam.Ajakan ini juga dilandasi kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang masih membayangi akhir hingga awal tahun.

Berdasarkan prediksi BMKG, puncak curah hujan di Jawa Timur diperkirakan masih tinggi, dengan potensi mencapai 58 persen pada Januari 2026. Situasi ini, menurut Khofifah, menuntut kehati-hatian dan kesiapsiagaan bersama.

“Di tengah cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat, doa dan refleksi menjadi pilihan yang lebih bijak, lebih aman, dan lebih bermakna,” ujarnya.

Khofifah berharap doa bersama dapat dilaksanakan secara luas dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga di tingkat akar rumput. Ia meyakini, kekuatan bangsa tidak hanya dibangun dari kemajuan fisik, tetapi juga dari kepekaan nurani dan kepedulian sosial.

“Mari kita sambut Tahun Baru 2026 dengan doa, harapan, dan kepedulian. Semoga Indonesia senantiasa dilindungi, dijauhkan dari bencana, dan diberi kekuatan untuk bangkit bersama,” pungkasnya.