KaMedia — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo menyiapkan pembangunan dua puskesmas baru pada 2026 untuk menutup ketimpangan rasio layanan kesehatan. Saat ini, sedikitnya sembilan kecamatan masih dikaji sebagai calon lokasi pembangunan akibat keterbatasan fasilitas kesehatan dasar.
Empat kecamatan ditetapkan sebagai prioritas utama, yakni Taman, Candi, Sukodono, dan Waru. Jika ketersediaan lahan di wilayah tersebut tidak memenuhi syarat, pembangunan akan dialihkan ke prioritas kedua yang meliputi Kecamatan Sidoarjo Kota, Buduran, Sedati, Gedangan, dan Krian.
Kepala Dinkes Sidoarjo, Lakshmie Herawati Yuantina, menegaskan bahwa rencana penambahan puskesmas mengacu pada Permenkes Nomor 19 Tahun 2024. Aturan tersebut menetapkan satu puskesmas idealnya melayani maksimal 30 ribu penduduk.
“Kalau mengacu pada rasio itu, beberapa kecamatan jelas masih kekurangan fasilitas layanan kesehatan,” ujar Lakshmie, Selasa (3/2).
Data Dinkes menunjukkan, Kecamatan Taman dengan jumlah penduduk sekitar 200 ribu jiwa baru memiliki dua puskesmas. Kecamatan Candi yang dihuni sekitar 150 ribu penduduk juga hanya memiliki dua puskesmas. Sementara Kecamatan Sukodono dengan populasi sekitar 125 ribu jiwa hanya dilayani satu puskesmas.
Kondisi tak jauh berbeda terjadi di Kecamatan Waru. Dengan jumlah penduduk sekitar 195 ribu jiwa, wilayah tersebut baru memiliki tiga puskesmas.
“Jika dihitung berdasarkan rasio ideal, Waru seharusnya memiliki enam puskesmas,” tegasnya.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Dinkes memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan satu unit puskesmas mencapai sekitar Rp 8 miliar. Selain kesiapan anggaran, ketersediaan lahan menjadi faktor krusial yang saat ini masih dikaji lintas perangkat daerah.
Dinkes berharap penambahan puskesmas dapat memperpendek akses layanan kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi beban fasilitas yang selama ini melayani penduduk jauh di atas kapasitas ideal.











