KaMedia – Di sela aktivitas bongkar muat yang tak pernah benar-benar berhenti, suasana berbeda terlihat di Terminal Teluk Lamong (TTL) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sejumlah sopir truk yang biasanya sigap di balik kemudi, pagi itu antre untuk memeriksakan kesehatan mereka secara gratis.
Terminal Teluk Lamong menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh sopir truk yang beroperasi di lingkungan terminal. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kolesterol, gula darah, asam urat, serta konsultasi langsung dengan dokter umum.
Bagi para sopir, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga. Dengan mobilitas tinggi dan jam kerja panjang, mereka kerap menunda pemeriksaan kesehatan. Padahal, kondisi fisik yang prima sangat menentukan keselamatan di jalan maupun di area terminal.
Senior Manager Sistem Manajemen dan HSSE PT Terminal Teluk Lamong, Anang Januriandoko, menegaskan bahwa peran sopir truk sangat vital dalam operasional pelabuhan.
“Sopir truk merupakan mitra utama dalam operasional terminal. Melalui pemeriksaan kesehatan ini, kami mendorong deteksi dini kondisi kesehatan sebagai langkah pencegahan risiko. Dengan begitu, keselamatan kerja dan produktivitas dapat terus terjaga,” ujarnya.
Selain pemeriksaan, para sopir juga mendapatkan edukasi tentang pola hidup sehat dan pencegahan penyakit tidak menular. Mereka diimbau untuk rutin melakukan pengecekan kesehatan, mengatur pola makan, serta menjaga waktu istirahat di tengah tuntutan pekerjaan yang padat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026. Melalui program ini, PT Terminal Teluk Lamong menegaskan komitmennya untuk lebih mengedepankan langkah pencegahan daripada penanggulangan.
Bagi manajemen TTL, pekerja yang sehat adalah fondasi utama terciptanya operasional yang aman dan andal. Dengan memastikan para sopir tetap bugar, terminal tidak hanya menjaga produktivitas, tetapi juga membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan di lingkungan pelabuhan.











