HeadlineNasionalOlahraga

Menang di Depan Mata, Persebaya Malah Buang Poin!

×

Menang di Depan Mata, Persebaya Malah Buang Poin!

Sebarkan artikel ini
Persebaya harus menelan rasa kecewa. Bermain di Stadion GBT, Persebaya hanya mampu imbang dengan pendatang baru Garuda Yaksa dengan skor 1-1 / Foto : @persebayaofficial

KaMedia – Persebaya Surabaya kembali harus menelan kekecewaan. Sudah unggul 1-0 hingga menit ke-85, Bajul Ijo justru gagal mempertahankan keunggulan dan dipaksa bermain imbang 1-1 oleh Garudayaksa FC pada pekan ke-3 Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (19/9/2026).

Bukan soal dominasi. Bukan pula minim peluang. Masalah terbesar Persebaya malam ini adalah ketidakmampuan mengubah peluang menjadi gol.

Alex Martins sempat membuat GBT bergemuruh lewat golnya pada menit ke-85. Namun keunggulan itu hanya bertahan empat menit. Pada menit ke-89, Hamra Hehanusa memanfaatkan umpan datar rekannya untuk mencetak gol penyama kedudukan.

Kemenangan sudah di depan mata, tetapi Persebaya kembali lengah di saat paling krusial. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, terang-terangan kecewa. Menurutnya, Persebaya memiliki lebih banyak peluang dan unggul dalam sejumlah aspek permainan, tetapi semuanya menjadi percuma ketika bola tak kunjung bersarang di gawang lawan.

” Kami memiliki lebih banyak peluang secara keseluruhan dalam pertandingan ini. Kami punya banyak tendangan pojok, kami lebih unggul semuanya tapi kami tidak mencetak gol untuk memenangkan pertandingan,” kata Tavares.

Problem Persebaya semakin rumit karena kondisi skuad yang pincang. Absennya Francisco Rivera disebut ikut mengurangi daya gedor tim. Beberapa pemain lainnya juga belum berada dalam kondisi terbaik.

Saddil sebelumnya minim menit bermain, Rivera mengalami cedera, Ernando juga cedera, Matheus belum fit, sementara Alex Martins baru saja pulih dari cedera.

” Saddil sebelumnya banyak tidak bermain, Rivera cedera, Ernando cedera, Matheus cedera, Alex baru pulih dari cedera,” ujar Tavares.

Namun alasan tersebut tak menghapus persoalan utama, Persebaya gagal membunuh pertandingan ketika memiliki kesempatan..

Tavares mengakui Garudayaksa bukan lawan yang mudah. Sejak awal, pelatih asal Portugal itu sudah memprediksi pertandingan berlangsung sulit karena tim tamu dihuni sejumlah pemain berkualitas yang juga memperkuat tim nasional masing-masing.

Tetapi pada akhirnya, Persebaya punya peluang untuk mengamankan tiga poin. Dan peluang itu terlepas hanya dalam hitungan menit.

Tavares pun menegaskan evaluasi akan dilakukan, terutama terkait penyelesaian akhir. Persebaya harus bekerja lebih keras sebelum kembali bertanding pada 9 Oktober mendatang.

” Itu adalah permainan yang intens, saya menghargai sikap para pemain kami. Dan sekarang, kami perlu bekerja keras untuk pertandingan 9 Oktober mendatang untuk mencoba meraih poin penuh,” katanya.

Satu gol di menit ke-85 seharusnya menjadi jalan menuju kemenangan. Nyatanya, empat menit kemudian semuanya berubah menjadi dua poin yang hilang.