KaMedia – Surabaya tak pernah tidur. Bahkan ketika kota mulai lengang dan ayam belum terpikir untuk berkokok, Satpol PP Kota Surabaya masih setia berkeliling, memastikan ketertiban tetap terjaga, otermasuk di tempat yang penghuninya justru sudah lama tak mengeluh, TPU Kembang Kuning.
Dalam patroli rutin Minggu malam (18/1/2026), petugas Satpol PP Kecamatan Sawahan mendapati satu orang Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) di kawasan pemakaman. Di tengah suasana sunyi, penemuan ini menjadi bukti bahwa TPU bukan hanya tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga bisa jadi lokasi “nongkrong” yang keliru.
WRSE tersebut langsung diamankan dan dibawa ke kantor Satpol PP untuk proses lebih lanjut. Langkah cepat ini dilakukan demi menjaga ketenteraman, baik bagi warga sekitar maupun bagi mereka yang sudah lebih dulu tenang di alam baka.
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, menegaskan bahwa patroli rutin digelar tanpa pandang lokasi dan jam. Dari jalan protokol hingga jalan sunyi, dari keramaian kota sampai ke area pemakaman.
“Patroli kami lakukan berjenjang dari tingkat kota hingga kecamatan. Ketika ditemukan indikasi aktivitas negatif, langsung kami tindak,” ujar Zaini, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, patroli ini bukan sekadar mencari WRSE. Satpol PP juga memburu potensi gangguan lain yang kerap muncul saat malam terlalu larut dan niat mulai menyimpang, seperti pesta miras, balap liar, tawuran, hingga tindakan asusila di ruang publik.
“Penyisiran kami lakukan menyeluruh. Tidak ada wilayah yang ‘terlalu sepi’ untuk diawasi,” tegasnya.
Agar tugas menjaga ketertiban tak terasa seperti kerja lembur sendirian, Satpol PP juga menggandeng banyak pihak. Mulai dari instansi Pemkot, TNI, Polri, hingga perangkat wilayah paling bawah RT dan RW bahu-membahu menjaga Surabaya tetap aman dan nyaman.
Masyarakat pun diminta ikut ambil bagian. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, warga tak perlu ragu melapor, baik ke petugas setempat maupun melalui Command Center 112 yang selalu siaga, bahkan saat kota terlelap.
Sementara itu, Kepala Seksi Trantibum Kecamatan Sawahan, Sutrisno, mengungkapkan bahwa patroli di TPU Kembang Kuning memang sudah menjadi agenda rutin.
Biasanya dimulai sekitar pukul 23.00 WIB, saat sebagian besar warga memilih beristirahat, dan sebagian kecil justru memilih “beraktivitas” di tempat yang tidak semestinya.
“Selain TPU Kembang Kuning, kami juga memantau kawasan eks lokalisasi Dolly dan sejumlah wilayah lain seperti Putat Jaya, Pakis, Banyu Urip, Kupang Krajan, dan Petemon,” ujarnya.
Pesannya sederhana: Surabaya ingin tetap hidup, tertib, dan manusiawi. Tapi untuk urusan malam hari, terutama di area pemakaman, sebaiknya semua pihak tahu diri, karena Satpol PP selalu lebih dulu datang sebelum cerita makin panjang.











