HeadlinePolitikSurabaya

PAC PDI Perjuangan Bulak Sisir Mangrove, Petakan Dinamika Abrasi Pesisir Surabaya

×

PAC PDI Perjuangan Bulak Sisir Mangrove, Petakan Dinamika Abrasi Pesisir Surabaya

Sebarkan artikel ini
Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am, Ketua PAC Bulak, aksi ( duduk baju merah partai ), menelusuri kawasan hutan mangrove dan pesisir mulai dari Bulak, Pantai Ria Kenjeran, hingga Keputih. Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi DPP PDI Perjuangan terkait pendataan kondisi mangrove dan abrasi laut / Foto : Istimewa.

KaMedia – Dalam langkah nyata menjaga ekosistem pesisir, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak menelusuri kawasan hutan mangrove dan pesisir mulai dari Bulak, Pantai Ria Kenjeran, hingga Keputih. Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi DPP PDI Perjuangan terkait pendataan kondisi mangrove dan abrasi laut.

Dipimpin langsung oleh Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am, Ketua PAC Bulak, aksi ini menunjukkan kepedulian partai terhadap ancaman abrasi dan berkurangnya kawasan mangrove, benteng alami masyarakat pesisir.

Menurut data BRIN per Mei 2026, sekitar 65,8 persen wilayah pesisir Pantura Pulau Jawa mengalami erosi dan abrasi. Sementara kajian garis pantai Suramadu menunjukkan dinamika yang bervariasi: Pantai Ria Kenjeran mengalami akresi 170,5 meter, Kalisari 644 meter, dan Kalisari Utara 1.093 meter. Namun, Wonorejo justru mengalami erosi 98,8 meter, menandakan perlunya pendekatan mitigasi yang spesifik di setiap wilayah.

Dalam penyisiran ini, PAC Bulak menggandeng akademisi, ahli kelautan, dan nelayan setempat. Turut hadir Ali Yusa, S.T., M.T., ahli perkapalan, serta Doktor Geomatika Koni Dwi Prasetya, S.T., M.T., Ph.D., untuk memetakan kondisi pesisir secara ilmiah.

Abdul Ghoni menekankan pentingnya politik lingkungan:

“PDI Perjuangan hadir tidak hanya soal politik kekuasaan, tetapi juga politik lingkungan dan keberlanjutan. Mangrove adalah benteng alami masyarakat pesisir dari abrasi, gelombang tinggi, dan perubahan iklim. Keberadaannya harus dijaga bersama.”

Tim PAC Bulak tidak hanya mengecek kondisi mangrove, tetapi juga mengidentifikasi titik abrasi, mendata kerusakan ekosistem pantai, dan memetakan kebutuhan rehabilitasi serta penanaman kembali mangrove.

Para nelayan turut menyuarakan dampak abrasi: pengikisan bibir pantai, perubahan arus laut, sedimentasi, hingga berkurangnya kawasan hijau mangrove yang sebelumnya menjadi habitat biota laut.

Menurut Koni Dwi Prasetya, pemetaan berbasis data sangat krusial:

“Ada wilayah yang mengalami akresi signifikan, tapi juga kawasan seperti Wonorejo yang erosi serius. Dengan data komprehensif, rehabilitasi mangrove bisa dilakukan tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.”

Sementara Ali Yusa menambahkan, mangrove bukan hanya pelindung alami, tetapi juga potensi ekonomi sirkular bagi masyarakat:

“Dari proses pembibitan hingga penanaman dan perawatan, mangrove mendukung keberlangsungan ekosistem laut sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.”

PAC Bulak mendorong kolaborasi lintas sektor, pemerintah, komunitas lingkungan, akademisi, dan masyarakat pesisir untuk memperkuat gerakan gotong royong menjaga ekosistem pantai. Hasil penyisiran akan didokumentasikan dalam laporan, foto, dan video sebagai bagian dari gerakan nasional pelestarian mangrove PDI Perjuangan.

Gerakan ini menegaskan bahwa menjaga mangrove bukan hanya agenda politik, tetapi tanggung jawab bersama demi masa depan bangsa, keselamatan ekologis, dan keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir Indonesia.