KaMedia – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sidoarjo masih tersendat. Dari total target 346 unit, sebanyak 154 koperasi hingga kini belum dapat dibangun akibat keterbatasan lahan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Sidoarjo, Edi Kurniadi, mengungkapkan bahwa kendala utama berasal dari status lahan yang tidak bisa dialihfungsikan. Sejumlah wilayah masuk dalam kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
“Dari 346 unit, baru 192 yang sudah dalam tahap pembangunan. Sisanya belum bisa dibangun karena tidak tersedia lahan. LSD dan LP2B tidak bisa digunakan,” ujarnya, Jumat (3/4).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinkop UM mulai mencari alternatif lahan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan aset milik pemerintah yang belum digunakan secara optimal.
“Jika tidak ada lahan, kami upayakan menggunakan aset pemerintah, seperti sekolah, puskesmas, atau fasilitas lain yang tidak terpakai,” jelasnya.
Selain itu, koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus dilakukan guna mempercepat realisasi pembangunan KDMP di wilayah yang masih terkendala.
Meski menghadapi hambatan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tetap menargetkan seluruh KDMP memiliki gerai pada 2026 sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.
Namun hingga kini, pemanfaatan aset pemerintah tersebut masih dalam tahap pembahasan. Koordinasi antar-OPD terus dilakukan agar solusi segera terealisasi.
“Semua masih dalam proses koordinasi agar bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.











