KaMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung penyelenggaraan Mujahadah Kubro 1 Abad NU (Masehi) yang akan digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 8 Februari 2026 mendatang.
Bagi Khofifah, Mujahadah Kubro bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan ruang spiritual bersama untuk menautkan doa-doa keselamatan bagi bangsa dan masyarakat, khususnya Jawa Timur. Momentum ini dipandang sebagai ikhtiar batin yang mengiringi pembangunan lahiriah.
Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menerima silaturahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (20/1). Dalam suasana penuh keakraban, Khofifah menekankan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan kegiatan berlangsung khidmat, aman, dan tertib.
“Insya Allah, Pemprov Jawa Timur siap mendukung sepenuhnya agar Mujahadah Kubro ini berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi semua,” ujar Gubernur Khofifah.
Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU itu menaruh perhatian besar pada kesiapan teknis, mengingat kegiatan diperkirakan akan dihadiri puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi sebagai kunci utama kelancaran acara.
Kepada Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, Khofifah mengingatkan agar panitia pelaksana melakukan koordinasi intensif dengan Forkopimda, baik di tingkat provinsi maupun wilayah Malang Raya. Aspek pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga mitigasi risiko di sekitar stadion menjadi perhatian serius.
“Kunci keberhasilan kegiatan dengan massa besar terletak pada komunikasi yang solid antara panitia, aparat TNI-Polri, dan pemerintah daerah setempat,” tuturnya.
Khofifah juga mendorong agar pertemuan teknis dengan Forkopimda segera dilakukan demi mematangkan seluruh persiapan. Menurutnya, langkah ini penting agar kegiatan ibadah berlangsung khusyuk tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kenyamanan jemaah.
Lebih jauh, Gubernur Khofifah mengingatkan bahwa Jawa Timur memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan agenda keagamaan berskala besar. Salah satunya peringatan Harlah 1 Abad NU (Hijriah) pada 2023 di GOR Delta Sidoarjo, yang berjalan tertib dan khidmat.
“Pengalaman tersebut bisa menjadi bekal berharga agar Mujahadah Kubro ini benar-benar menjadi ruang doa yang menenteramkan dan membahagiakan umat,” ungkapnya.
Menutup pertemuan, Khofifah menyatakan kesiapannya untuk turut hadir dan menyukseskan Mujahadah Kubro 1 Abad NU tahun 2026. Ia berharap lantunan doa dan dzikir yang dipanjatkan bersama mampu menghadirkan keselamatan, persatuan, serta keberkahan bagi Jawa Timur dan Indonesia.











