KaMedia – Usai tak maksimal di Pemilu 2024, DPP PDIP mengambil sikap tegas terhadap DPC PDIP Kota Surabaya. Nama Cak Awi atau Adi Sutarwijono menjadi bidikan utama DPP PDIP untuk mempertanggungjawabkan atas hilangnya 4 kursi di DPRD Kota Surabaya.
Lewat DPD PDIP Jawa Timur, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono dicopot dari jabatannya. Pencopotan tersebut disampaikan Budi Sulistiyono Ketua Harian DPD PDIP Jawa Timur. Mantan Bupati Ngawi tersebut menyampaikan bahwa keputusan tersebut diterima DPD PDIP Jatim tertanggal 30 April 2025 dalam konferensi pers di kantor DPD PDIP Jatim, Jumat (2/5/2025).
“DPP melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh DPC se-Jawa Timur. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah DPC Surabaya, di mana kami menilai kinerja dan soliditas internal tidak menggembirakan,” ujar pria yang akrab dipanggil Mas Kanang tersebut.
Kanang menegaskan bahwa dibawah kepemimpinan Adi Sutarwijono PDIP Kota Surabaya mengalami masalah dalam soliditas dan komunukasi. Imbasnya terlihat dalam hasil Pemilu 2024 dimana PDIP Kota Surabaya kehilangan 4 kursi. Dari 15 kursi hasil pemilu sebelumnya menjadi 11 kursi.
Penurunan jumlah kursi PDIP di DPRD Surabaya dari 15 menjadi 11 kursi. Diakui Kanang komunikasi internal tidak berjalan baik. Hal ini menjadi dasar pengambilan keputusan DPP PDIP untuk mencopot Adi Sutarwijono dari kursi Ketua DPC PDIP Kota Surabaya dan digantikan oleh Plt Yordan Batara Goa yang juga menjabat legislator DPRD Jatim.
Selain Adi Sutarwijono, DPP PDIP juga mencopot Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya Ahmad Hidayat. Sementara Sekretaris Baktiono dan Bendahara Taroe Sasmita mendapatkan peringatan keras.
“Ini bagian dari tahun konsolidasi aktif. DPP ingin memastikan bahwa mesin partai bekerja maksimal di semua lini,” tegas Kanang.
Sementara itu Plt Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Yordan Batara Goa menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan penataan dan konsolidasi. Yordan diberi waktu 3 bulan dan bisa diperpanjang untuk mengolah dan mengoptimalkan DPC PDIP Kota Surabaya agar bisa kembali berjaya.
” Ya apa yang menjadi evaluasi dari dewan pimpinan pusat kami akan perbaiki dengan tempo yang sesingkat-singkatnya. Jadi semua difungsikan dengan baik semua dijalankan sesuai dengan tugas dan fungsinya sehingga kemudian kekalahan kita pada saat pemilu yang kemarin saat pilek itu tidak terulang lagi, bahkan ke depan kita bisa lebih Solid dengan target dan kemenangan dalam Pemilu maupun Kesejahteraan Rakyat. Karena ujung dari semuanya ini kan kita pingin rakyat Sejahtera Jadi itu semua menjadi bagian dari evaluasi kami ” pungkas Yordan





