HeadlineJatimPemerintahan

Ditengah Tekanan Efisiensi Anggaran, Bupati Ponorogo Tegaskan Monumen Reog dan Musium Ponorogo Terus Dikebut

×

Ditengah Tekanan Efisiensi Anggaran, Bupati Ponorogo Tegaskan Monumen Reog dan Musium Ponorogo Terus Dikebut

Sebarkan artikel ini
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko / Foto : Hermawan.

KaMedia – Ditengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, Pemkab Ponorogo terus mengupayakan penyelesain pembangunan Monumen Reog dan Musium Ponorogo. Proyek yang menelan anggaran ratusan miliar tersebut diharapkan akan menjadi ikon wisata andalan Jawa Timur dan khususnya Ponorogo, setelah Reog ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda ( WBTb).

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan bahwa bangunan setinggi 126 meter tersebut dikerjakan dengan detail yang sangat sulit dan tidak sembarangan sehingga nantinya Monumen Reog dan Musium Ponorogo bener benar bisa bercerita tentang peradaban, budaya dan masyarakat di Ponorogo.

” Pekerjaan monumen dan musium ini tidak hanya pekerjaan konstruksi sipil biasa, tapi ada konstruksi seni yang yang mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. Bayangkan, pekerja berada di atas ketinggian 126 meter dan membuat ormanen khas Reog. Tentu ini membutuhkan pekerja yang bisa bekerja dengan jiwa seni yang kuat dan bisa memanjat tebing ” ujar Sugiri Sancoko.

Hal seperti ini menurut Sugiri menyebabkan penyelesaian pembangunan Monumen Reog dan Musium Ponorogo menjadi lama. Secara umum mantan anggota DPRD Jatim tersebut menyampaikan bahwa saat ini proses pembangunan telah merambah ke jalur desain interiornya dan sarpras pendukung.

” Kami saat ini juga mulai memformat desain interiornya. Kami juga mengumpulkan beberapa artefak, manuskrip, juga berbagai benda koleksi koleksi sejarah tentang peradaban Ponorogo ” lanjut pejabat yang pernah menjadi jurnalis tersebut.

Sugiri Sancoko juga menyampaikan bahwa kelak Monumen Reog dan Musium Ponorogo harus bisa berbicara tentang kehidupan dan perkembangan Ponorogo dari tahun lampau hingga masa depan. Hal ini menurutnya tidak mudah karena harus bisa menarasikan untuk bisa dipahami oleh generasi mendatang.

” Saya ingin tidak monumen dan musium tidak sekedar pameran benda pusaka, tidak hanya komponen benda koleksi tapi di sini pameran literasi yang detail berbicara tentang Ponorogo kini dan masa lalu ” lanjut Sugiri.

Diharapkan Monumen Reog dan Musium Ponorogo bisa untuk menjadi sarana pembelajaran, pendidikan pengetahuan generasi pendatang yang lahir di masa depan.

Menyinggung tentang dampak efisiensi anggaran, Sugiri Sancoko menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya agar pekerjaan besar tersebut tetap berjalan. Jika terdampak, pihaknya akan mencarikan alternatif anggaran agar proyek besar tersebut selesai sebelum tahun 2030.

” Tentang efisiensi, saya pikir kan bagaimana seorang bupati mampu mengelola efisiensi dengan dengan mengedepankan yang prioritas, mengesampingkan yang serba verbal. Insyallah proyek ini terus berjalan dan bisa selesai sesuai target sebelum tahun 2030 ” pungkas pejabat penghobi wayang ini.