KaMedia – Siang itu, Gedung Negara Grahadi tak sekadar menjadi ruang seremoni. Ada senyum yang tak bisa disembunyikan, mata yang berbinar, dan rasa bangga yang mengendap di udara. Jumat (30/1), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut para pahlawan olahraga, 161 atlet dan pelatih asal Jawa Timur yang pulang membawa prestasi dari SEA Games XXXIII Thailand 2025.
Satu per satu mereka berdiri. Bukan di podium pertandingan, tapi di hadapan daerah yang mereka wakili dengan sepenuh hati. Pemprov Jatim menyerahkan bonus total Rp8 miliar, sebagai tanda terima kasih atas keringat, disiplin, dan pengorbanan yang tak selalu terlihat kamera.
“Ini bukan sekadar bonus. Ini bentuk penghargaan atas perjuangan yang mulia,” ucap Khofifah, didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dan Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil.
Angka-angkanya memang mengesankan. Dari Jawa Timur, lahir 34 emas, 35 perak, dan 35 perunggu untuk Indonesia, kontribusi 34 persen emas nasional. Tapi di balik deretan medali itu, ada kisah latihan panjang, cedera yang disembunyikan, rindu rumah, dan tekad untuk terus bangkit.
Salah satu sorotan hari itu tertuju pada Martina Ayu Pratiwi. Atlet triathlon asal Gresik ini mencuri perhatian bukan hanya karena tujuh medalinya, lima emas dan dua perak, tetapi juga karena usianya yang baru 22 tahun. Publik menjulukinya “Ratu Endurance”, simbol ketahanan fisik dan mental generasi muda Jawa Timur.
“Usianya muda, energinya besar. Tinggal dijaga disiplin dan ekosistemnya,” pesan Khofifah, penuh harap.
Martina sendiri tak banyak berujar. Namun suaranya bergetar saat menyampaikan terima kasih.
“Medali ini saya persembahkan untuk Jawa Timur. Dukungan ini bukan akhir, tapi awal komitmen kami untuk terus berprestasi,” katanya.
Bonus yang diberikan Pemprov Jatim memang terperinci, disesuaikan kategori perorangan, beregu, dan jenis medali. Namun lebih dari nominal, kehadiran pemerintah menjadi pesan kuat: atlet tidak berjalan sendiri. Prestasi dihargai, proses dijaga.
Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil menyebut Jawa Timur sebagai provinsi pertama yang menyerahkan bonus SEA Games 2025. Sebuah konsistensi yang menegaskan posisi Jatim sebagai lumbung atlet nasional.
“Dari Jatim, kita berkhidmat untuk Indonesia,” ujarnya.
Di akhir acara, Gubernur Khofifah menutup dengan kalimat sederhana namun sarat makna.
“Perjuangan belum selesai. Masih banyak ajang yang lebih prestisius menanti.” pungkasnya.











