KaMedia – Selasa siang itu, Istana Negara tak hanya menjadi pusat kekuasaan, tetapi juga ruang silaturahmi. Di antara deretan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam yang hadir memenuhi undangan Presiden RI Prabowo Subianto, tampak Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melangkah dengan senyum hangat dan optimisme yang kuat.
Bagi Khofifah, pertemuan ini bukan sekadar agenda kenegaraan. Ia melihatnya sebagai momentum kebangsaan, ruang bertemunya nilai, gagasan, dan harapan untuk Indonesia yang rukun dan damai. Usai mengikuti pengarahan Presiden, Khofifah yang juga Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU menyampaikan keyakinannya bahwa dialog lintas ormas Islam ini menjadi fondasi penting bagi harmoni bangsa.
“Pertemuan ini sangat positif. Bapak Presiden Prabowo meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dan berdialog langsung dengan lintas ormas, tokoh pesantren, dan tokoh Islam Indonesia,” ujar Khofifah dengan nada mantap.
Di ruang yang sarat simbol kenegaraan itu, suasana terasa cair. Silaturahmi menjadi bahasa utama. Khofifah meyakini, semakin sering ruang-ruang pertemuan seperti ini dibuka, semakin kuat pula jalinan kebersamaan di tengah keberagaman Indonesia.
“Silaturahim bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Terlebih ketika dilakukan bersama Presiden. Ini memberi pesan kuat bahwa negara hadir, merangkul, dan mendengar,” tuturnya.
Lebih dari sekadar temu wicara, pertemuan tersebut juga menegaskan peran nyata ormas Islam dalam kehidupan berbangsa. Khofifah menyoroti kontribusi strategis yang telah dijalankan bersama, mulai dari dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), pendampingan Sekolah Rakyat melalui wali asuh dan wali asrama, hingga penguatan ketahanan pangan di berbagai daerah, terutama di Jawa Timur.
Baginya, ormas Islam bukan hanya penjaga nilai moral, tetapi juga mitra aktif pembangunan. Sinergi antara negara dan masyarakat sipil inilah yang menurut Khofifah harus terus dirawat dan ditumbuhkan.
Ia pun optimistis, pertemuan di Istana Negara ini tidak berhenti pada silaturahmi semata. Akan ada langkah lanjut, rumusan aksi bersama, dan kerja nyata yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Insya Allah, pertemuan ini akan produktif dan dilanjutkan dengan plan of action bersama, demi bangsa, negara, dan rakyat Indonesia,” ucapnya penuh keyakinan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran menteri, di antaranya Menteri Agama, Menteri PPPA, Menteri Sosial, Menteri ATR/BPN, serta para tokoh nasional seperti Ketua MUI, pimpinan PBNU, PP Muhammadiyah, dan sejumlah pimpinan pondok pesantren.
Di Istana Negara hari itu, dialog dan silaturahmi menjadi jembatan. Dari sana, harapan akan Indonesia yang harmonis kembali dirajut, pelan, hangat, dan penuh keyakinan.











