KaMedia – Di balik seragam loreng dan disiplin militer, tersimpan potensi besar yang siap berlaga di arena olahraga nasional. Potensi itulah yang kini mulai digarap serius melalui sinergi antara Kodam V Brawijaya dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur.
Kamis (22/1), suasana Kantor KONI Jawa Timur di Surabaya menjadi saksi pertemuan dua institusi dengan latar berbeda, namun satu tujuan, melahirkan atlet-atlet berprestasi bagi Jawa Timur. Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Kolonel Inf Agus Sulistyo, bertemu langsung dengan Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, untuk menyatukan langkah dalam pembinaan olahraga.
Kolaborasi ini bukan sekadar wacana. Kodam V Brawijaya membuka peluang bagi prajurit TNI yang memiliki bakat dan prestasi olahraga untuk tampil memperkuat kontingen Jawa Timur di berbagai ajang nasional, termasuk PON Bela Diri 2026 yang akan digelar di Manado.
“Di lingkungan kami ada banyak prajurit yang memiliki kemampuan dan prestasi olahraga. Terutama di cabang karate, tinju, menembak, dan beberapa cabang lain. Kami siap mendukung KONI Jatim,” ujar Kolonel Agus.
Bagi para prajurit, olahraga bukan hal asing. Latihan fisik yang ketat, mental tangguh, dan disiplin tinggi menjadi modal kuat untuk bersaing di level nasional. Kolaborasi ini membuka jalan agar potensi tersebut tidak hanya berhenti di lingkungan militer, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi prestasi daerah.
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyambut antusias sinergi tersebut. Ia menegaskan pintu KONI Jatim terbuka lebar bagi prajurit Kodam V Brawijaya yang ingin mengikuti seleksi atlet, termasuk dalam waktu dekat untuk persiapan PON Bela Diri 2026.
“Seleksi atlet tinju akan kami gelar akhir Januari di Ngawi. Kami berharap prajurit Kodam V Brawijaya bisa ikut ambil bagian dan memperkuat Jawa Timur,” kata Nabil.
Menurutnya, selama ini sudah ada prajurit TNI yang menjadi bagian dari kontingen Jawa Timur dan berhasil menunjukkan prestasi. Ke depan, KONI Jatim berharap jumlah tersebut semakin bertambah, khususnya dari Kodam V Brawijaya.
“Kolaborasi ini membuka peluang besar bagi prajurit TNI untuk berprestasi di level nasional. Ini juga memperkuat kontingen Jawa Timur,” ujarnya.
Lebih jauh, kerja sama ini dirancang tidak berhenti pada PON Bela Diri 2026. KONI Jatim dan Kodam V Brawijaya mulai menatap PON 2028 di NTT–NTB, dengan cabang olahraga menembak menjadi salah satu fokus pembinaan jangka panjang.
Sinergi antara dunia militer dan olahraga sipil ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembinaan atlet di Jawa Timur, menggabungkan disiplin, daya juang, dan profesionalisme olahraga prestasi.
“Kami optimistis, dari kolaborasi ini akan lahir atlet-atlet tangguh yang membawa nama Jawa Timur, bahkan Indonesia, ke panggung nasional dan internasional,” tutup Kolonel Agus.











