KaMedia – Hampir seluruh wilayah Sidoarjo diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan waktu yang lama, menyebabkan banjir di beberapa daerah, termasuk Desa Kedungbanteng dan Desa Kalidawir Kecamatan Tanggulangin. Kondisi di dua wilayah tersebut dianggap yang paling parah, dengan debet air yang bervariasi, sehingga menyebabkan aktivitas warga baik ekonomi dan pendidikan lumpuh total.
Bupati Sidoarjo, Subandi, turun langsung meninjau wilayah terdampak dan menegaskan akan melakukan assesment untuk melakukan evaluasi persoalan banjir yang ada di Tanggulangin.
“Kami akan menggunakan pemantauan, maksimal menggunakan alat Water Pass yang sudah termonitor dengan komputer, sehingga diharapkan permasalahan banjir yang terjadi di tiap tahunnya bisa terselesaikan,” ujar Subandi.
Subandi menuding bahwa banjir yang menyebabkan pemukiman warga dan gedung sekolah terendam air ini akibat dari ulah Konsultan Proyek yang tidak paham akan regulasi terkait proyek.
“Biar nanti tim Assesment dan Dimitigasi yang akan mengupayakan tindakan apa yang bisa diambil untuk mengurangi risiko banjir. Tim ahli dari ITS yang akan melakukan evaluasi agar meminimalisir risiko bencana,” tegas Subandi.
Camat Tanggulangin, Sabino, yang juga merangkap sebagai PLT Kepala BPBD Sidoarjo, menuturkan kesiapannya untuk membantu dengan memfasilitasi dapur umum dan layanan kesehatan bagi warganya yang terdampak banjir.
“Kami siap membantu dan memfasilitasi kebutuhan warga yang terdampak banjir. Kami juga mengimbau warga untuk tidak cemas dan tetap semangat,” ujar Sabino.











