KaMedia – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Jawa Timur mendorong peran ayah dalam pendidikan anak melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak (GEMAR). Program ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2025 dan menjadi bagian dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Melalui GEMAR, para ayah diajak hadir langsung ke sekolah untuk mengambil rapor anak, sebagai wujud perhatian dan kedekatan emosional. Ketua Tim Kerja Umum dan BMN BKKBN Jatim, Iwan Yulianto, mengatakan kehadiran ayah memberi makna penting bagi tumbuh kembang anak.
“Kehadiran ayah bukan sekadar formalitas, tapi bentuk cinta dan kepedulian terhadap pendidikan anak,” ujarnya, Jumat (19/12/2025).
Berdasarkan data BKKBN 2025, sekitar 25,8 persen anak di Indonesia masih tumbuh dengan minim keterlibatan ayah. Karena itu, GEMAR diharapkan menjadi langkah kecil namun bermakna untuk membangun kebiasaan pengasuhan yang lebih hangat dan seimbang di keluarga.
Respons positif datang dari orang tua dan anak. Kehadiran ayah di sekolah dinilai membuat anak merasa lebih diperhatikan dan didukung. BKKBN Jatim berharap gerakan ini tumbuh menjadi budaya, sehingga pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi dijalani bersama oleh kedua orang tua dengan penuh kasih.











