EkonomiHeadlineJatim

Misi Dagang Jatim-Sulsel Tembus Rp5,69 Triliun, Gubernur Khofifah dan Andi Sudirman Perkuat Konektivitas Ekonomi Indonesia Timur

×

Misi Dagang Jatim-Sulsel Tembus Rp5,69 Triliun, Gubernur Khofifah dan Andi Sudirman Perkuat Konektivitas Ekonomi Indonesia Timur

Sebarkan artikel ini
Pemprov Jatim tercatat telah menghelat 57 kali misi dagang domestik di 29 provinsi dengan akumulasi nilai transaksi menembus Rp50,38 triliun / Foto : Pemprov Jatim.

KaMedia – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mencatatkan capaian luar biasa dalam upaya memperluas jejaring perdagangan antarwilayah. Dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, gelaran Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Selatan yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar, Rabu (4/11), berhasil membukukan total komitmen transaksi sebesar Rp5,693 triliun.

​Angka fantastis tersebut dikontribusikan oleh nilai penjualan Jawa Timur ke Sulawesi Selatan sebesar Rp4,717 triliun serta nilai pembelian (belanja) Jawa Timur dari Sulawesi Selatan sebesar Rp976 miliar.

Komoditas sektor peternakan mendominasi komitmen transaksi dengan kontribusi mencapai Rp4,26 triliun (Rp4.255,34 miliar). Produk peternakan yang diperdagangkan meliputi olahan daging unggas dan ruminansia, susu, daging segar, anak ayam (DOC), kambing/domba, hingga pakan ternak.

​Selain peternakan, Jatim menyuplai berbagai komoditas strategis seperti makanan dan hasil laut beku, aluminium ekstrusi, tepung gaplek, gula cair, material atap bitumen, produk fesyen, beras, gula kristal putih, benih pertanian, arang putih, cabai, pakan ikan/udang, serta produk manufaktur dan bahan bangunan modern.

​Sebaliknya, Jatim menyerap berbagai komoditas unggulan Sulawesi Selatan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri Jawa Timur, seperti kayu gergajian dan veneer, arang batok kelapa, ikan tuna, rotan, rempah-rempah, mete, serta cengkeh dan gagang cengkeh.

​”Misi dagang kali ini bukan semata transaksi jual beli, melainkan ikhtiar bersama untuk menghadirkan pemerataan ekonomi. Kita ingin menabuh genderang efektivitas, produktivitas, dan nilai tambah bagi kedua provinsi agar bisa tumbuh, berkembang, dan sejahtera bersama,” ujar Gubernur Khofifah.

Gubernur Khofifah bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman berkomitmen menguatkan ekonomi Gerbang Baru Nusantara dengan Indonesia Timur / Foto : Pemprov Jatim.

Khofifah menekankan pentingnya posisi Sulawesi Selatan sebagai hub utama di Indonesia Timur yang dipadukan dengan peran Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. Guna memaksimalkan potensi ini, Pemprov Jatim mendorong penguatan konektivitas logistik, terutama dalam mengefisiensikan distribusi muatan berangkat-pulang agar dapat mereduksi biaya pengiriman.

​Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyambut hangat sinergi ini dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Jatim memboyong puluhan pengusaha ke Makassar.

​”Kami sangat mengapresiasi Ibu Gubernur Jatim yang hadir langsung membawa para pelaku usaha. Kekuatan ekonomi Jatim sangat tinggi, kami ingin belajar dan terus berkolaborasi agar potensi ekonomi Sulawesi Selatan semakin berkembang,” tutur Andi Sudirman.

Gelaran di Makassar ini merupakan pelaksanaan Misi Dagang Jatim ke-10 sepanjang tahun 2026. Sejak rentang tahun 2019 hingga 2026, Pemprov Jatim tercatat telah menghelat 57 kali misi dagang domestik di 29 provinsi dengan akumulasi nilai transaksi menembus Rp50,38 triliunGubernur Khofifah melihat langsung berbagai produk industri Sulsel yang dibutuhkan Jawa Timur / Foto : Pemprov Jatim.

​Selain memperkuat pasar dalam negeri, Pemprov Jatim juga terus meluas ke pasar internasional melalui misi dagang ke sejumlah negara mitra, seperti Timor Leste, Hong Kong, Arab Saudi, Malaysia, Jepang, dan Singapura.