HeadlinePemerintahanSurabaya

Sulap Bangunan Liar Jadi Jalan Tembus, Pemkot Surabaya Siap Urai Kemacetan di Tambaksari

×

Sulap Bangunan Liar Jadi Jalan Tembus, Pemkot Surabaya Siap Urai Kemacetan di Tambaksari

Sebarkan artikel ini
Kawasan Saluran Jeblokan II, Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, kini siap tampil beda, setelah lima bangunan liar di sempadan saluran tersebut resmi ditertibkan / Foto : Diskominfo Surabaya.

KaMedia – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menata kota dan mengatasi kemacetan terus dipacu. Kawasan Saluran Jeblokan II, Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, kini siap tampil pangling setelah lima bangunan liar di sempadan saluran tersebut resmi ditertibkan pada Rabu (28/10/2026).

​Lahan sempadan yang sebelumnya dipenuhi bangunan fungsional, mulai dari warung kopi, warung makan, garasi mobil, rumah jahit, hingga rumah tinggal tersebut rencananya akan langsung disulap menjadi jalan beraspal oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya. Langkah cerdas ini diproyeksikan menjadi solusi ampuh untuk mengurai penumpukan kendaraan yang kerap terjadi di sekitar Traffic Light (TL) Jalan Tambang Boyo.

Kepala Bidang Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Surabaya, Mudita Dhira Widaksa, menegaskan bahwa eksekusi ini berjalan mulus dan persuasif tanpa konflik. Jauh sebelum penertiban, Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan Dinas PU Sumber Daya Air (DPU SDA) Provinsi Jawa Timur telah menempuh jalur pendekatan humanis.

​”Kami tidak langsung bergerak mendadak. DPU SDA Jatim sudah melakukan pendataan, sosialisasi, hingga melayangkan surat peringatan pertama sampai ketiga. Kami juga merangkul tokoh masyarakat, pengurus RT, dan RW setempat agar semua warga memahami pentingnya penataan kawasan ini,” ujar Mudita pada Jumat (30/10/2026).

Saat penertiban berlangsung, kelima bangunan tersebut sudah dalam keadaan kosong. Demi keselamatan dan prosedur teknis, Satpol PP Surabaya turut menggandeng petugas PLN dan PDAM untuk memutuskan aliran listrik dan air sebelum pembongkaran dilanjutkan.

Pascapenertiban, pengerjaan pengaspalan lahan akan segera dikebut. Mudita optimistis, pengalihan fungsi lahan kembali ke peruntukannya ini akan membawa dampak langsung yang dapat dirasakan oleh ribuan pengguna jalan setiap harinya.

​”Harapan utama kami adalah kelancaran lalu lintas. Kawasan sekitar TL Tambang Boyo sering mengalami kepadatan. Dengan adanya tambahan ruas jalan yang diaspal ini, kemacetan diharapkan terurai dan mobilitas warga menjadi jauh lebih nyaman,” jelasnya.

​Lebih lanjut, Pemkot Surabaya mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung penataan ruang kota. Menjaga sempadan sungai dari bangunan liar bukan sekadar masalah estetika, melainkan demi fungsi keselamatan lingkungan dan kepentingan bersama.

“Kawasan sempadan sungai pada hakikatnya bukan tempat untuk hunian maupun komersial. Jika masyarakat makin sadar untuk memanfaatkan lahan sesuai peruntukannya, Surabaya tentu akan makin tertata, aman, dan nyaman untuk kita huni bersama,” tutup Mudita.