KaMedia – RSUD Dr. Soetomo Surabaya kembali mengukuhkan posisinya sebagai pelopor layanan kesehatan kelas dunia di Indonesia. Pada usianya yang ke-88, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini berhasil meraih akreditasi internasional Joint Commission International (JCI) untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, capaian ini diraih tanpa proses remedial.
Prestasi langka tersebut menjadikan RSUD Dr. Soetomo sebagai satu-satunya RSUD di Indonesia yang mampu mempertahankan standar mutu, keselamatan pasien, serta tata kelola pendidikan dan penelitian klinis global tanpa catatan perbaikan ulang.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi dan profesionalisme seluruh jajaran manajemen serta tenaga medis RSUD Dr. Soetomo.
” Semangat profesionalisme dan inovasi menjadi fondasi penting untuk terus menjadikan RSUD Dr. Soetomo sebagai kebanggaan Jawa Timur dan rumah sakit rujukan unggulan berstandar internasional,” ujar Gubernur Khofifah saat menghadiri Puncak Peringatan HUT ke-88 RSUD Dr. Soetomo di Hall Gedung Pusat Diagnostik Terpadu, Surabaya, Kamis (29/10).
Menariknya, Khofifah menyebut bahwa RSUD Dr. Soetomo memiliki perjalanan sejarah yang bahkan lebih senior ketimbang Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri.
”Pemprov Jatim bulan ini memperingati hari jadi ke-81, sedangkan RSUD Dr. Soetomo sudah berusia 88 tahun. Keberhasilan mempertahankan akreditasi internasional hingga tiga kali menjadi bukti keseriusan dalam menjaga standar mutu pelayanan. Tentu capaian kualitatif seperti ini harus terus dijaga dan ditingkatkan agar mampu merespons dinamika kebutuhan kesehatan lokal hingga global,” tegasnya.
Keberhasilan RSUD Dr. Soetomo dalam mempertahankan standar internasional ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan angka masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri. Dengan tersedianya fasilitas dan tenaga medis mumpuni di dalam negeri, devisa negara dapat dihemat secara signifikan.
”Masyarakat yang sebelumnya merasa lebih percaya diri jika berobat ke luar negeri, sekarang semakin mantap mendapatkan layanan di RSUD Dr. Soetomo. Kita berharap bisa menghemat devisa dengan memberikan substitusi layanan berkualitas di dalam negeri,” jelas Khofifah.
Sebagai langkah lompatan ke depan, Pemprov Jatim dan RSUD Dr. Soetomo kini tengah bersiap mengembangkan layanan kesehatan berteknologi tinggi, salah satunya pusat terapi stem cell (sel punca).
Untuk mendukung kesiapan laboratorium berspesifikasi tinggi, peluang kerja sama internasional pun telah digagas. Hasil misi dagang ke Arab Saudi akhir bulan lalu membuahkan ketertarikan investor dan mitra global yang kini telah menurunkan tim untuk menyiapkan kebutuhan peralatan laboratorium canggih di RSUD Dr. Soetomo.
”Keterampilan dan kapasitas tenaga medis kita sangat baik. Jika fasilitas laboratoriumnya semakin mumpuni, ini akan menjadi pilihan utama pelayanan berteknologi tinggi bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Dr. Soetomo, Prof. Cita Rosita, mengungkapkan bahwa peringatan ulang tahun ke-88 dan raihan akreditasi JCI kategori Academic Medical Center ini menjadi momentum memperbarui komitmen dalam menyelamatkan kehidupan masyarakat.
Sebagai rumah sakit rujukan utama sekaligus rumah sakit pendidikan, RSUD Dr. Soetomo terus memperkuat integrasi antara layanan medis, pendidikan, dan penelitian klinis.
”Capaian JCI tanpa remedial ini adalah bukti konsistensi kami. Ke depan, melalui penyelenggaraan Research Hub, kolaborasi antara rumah sakit, akademisi, regulator, dan industri akan terus dioptimalkan guna melahirkan inovasi kedokteran terkini,” pungkas Prof. Cita.











