KaMedia – Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA, SMK, dan SLB sederajat yang digelar Senin (26/10), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan wejangan hangat sekaligus motivasi mendalam bagi 438.126 murid yang terdaftar di Jawa Timur.
Dalam pesannya, Khofifah mengimbau para peserta untuk menyikapi ujian ini dengan tenang, percaya diri, dan menjunjung tinggi integritas. Beliau menegaskan bahwa hasil tes bukanlah satu-satunya penentu masa depan seseorang.
“Untuk anak-anakku tercinta, selamat mengikuti TKA. Hadapilah dengan tenang dan penuh semangat. Percayalah pada proses belajar yang sudah dijalani bersama guru. Yang terpenting, awali dengan doa dan minta restu orang tua. Nilai angka bukan ukuran tunggal masa depan, setiap anak punya kelebihan dan potensi unik masing-masing,” ujar Khofifah penuh kehangatan.
Tak hanya untuk para murid, Khofifah juga mengetuk hati para orang tua dan pendidik agar tidak memberikan beban psikologis yang berlebihan demi mengejar nilai tinggi. Ia berharap lingkungan terdekat bisa menjadi ruang aman yang menguatkan mental anak.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur per 16 Oktober 2026, sebanyak 438.126 murid dari total 4.863 sekolah telah terdaftar final. Ujian akan berlangsung secara bertahap dalam beberapa gelombang hingga 8 November 2026 mendatang.
Guna memastikan kelancaran di lapangan, pelaksanaan TKA dibagi menjadi dua moda, yaitu moda Daring Penuh yang digunakan oleh 3.518 sekolah, dan Moda Semi Daring (Semi Online), digunakan oleh 1.028 sekolah untuk mengantisipasi keterbatasan jaringan di kawasan tertentu.
Khofifah meminta seluruh pihak terkait memastikan kesiapan infrastruktur vital, mulai dari komputer, listrik, hingga koneksi internet.
“Saya minta Dinas Pendidikan beserta seluruh cabang dinas dan kepala sekolah mengecek ulang kesiapan teknis. Siapkan langkah antisipasi serta jalur pelaporan yang cepat agar kendala di lapangan bisa langsung ditangani,” tegasnya.
Menindaklanjuti arahan Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan pihak PLN dan Telkom wilayah Jawa Timur. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada pemeliharaan jaringan yang berpotensi mengganggu pasokan listrik maupun pasokan internet selama jam ujian berlangsung.
Selain itu, sekolah penyelenggara juga disiagakan dengan Uninterruptible Power Supply (UPS) dan generator set (genset) antisipasi.
“Murid tidak perlu panik jika terjadi kendala teknis. Petugas proktor dan teknisi sudah dibekali Prosedur Operasional Standar (POS). Kami memastikan hak anak-anak untuk mengikuti tes tetap terlindungi,” terang Aries
Aries menambahkan bahwa TKA bukan sekadar ajang berburu nilai tinggi, melainkan instrumen pemetaan mutu pendidikan. Hasil TKA akan dijadikan bahan evaluasi untuk merancang pelatihan guru yang tepat sasaran dan meratakan kualitas pembelajaran di seluruh wilayah Jawa Timur, baik perkotaan maupun pelosok.











