EkonomiHeadlineSurabaya

KAI Daop 8 Angkut 1,98 Juta Ton Barang, Naik 7,13 Persen

×

KAI Daop 8 Angkut 1,98 Juta Ton Barang, Naik 7,13 Persen

Sebarkan artikel ini
Dalam delapan bulan, KAI Daop 8 mengangkut 1.988.315 ton barang, naik 7,13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 1.856.051 ton / Foto : KAI Sby

KaMedia – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat pertumbuhan angkutan barang sepanjang Januari–Agustus 2026. Dalam delapan bulan, KAI Daop 8 mengangkut 1.988.315 ton barang, naik 7,13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 1.856.051 ton.

Pertumbuhan tersebut mempertegas peran angkutan kereta api dalam mendukung rantai pasok dan distribusi barang, terutama untuk komoditas dalam volume besar dan pengiriman antardaerah. Dengan kapasitas angkut besar dan perjalanan terjadwal, moda rel menjadi salah satu pilihan distribusi yang dapat mendukung efisiensi logistik sekaligus kebutuhan transportasi yang lebih berkelanjutan.

Dari total volume tersebut, angkutan petikemas mendominasi dengan 1.332.445 ton, disusul BBM 608.555 ton, barang retail 32.934 ton, dan komoditas lainnya 14.381 ton.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan peningkatan volume angkutan menunjukkan bahwa kereta api memiliki peran yang semakin penting dalam rantai pasok industri dan perdagangan.

” Kereta api mampu mengangkut barang dalam jumlah besar dalam satu perjalanan dengan pola perjalanan yang terjadwal. Karakteristik ini dapat menjadi pertimbangan bagi pelaku usaha dalam memilih moda transportasi sesuai kebutuhan distribusinya,” ujar Mahendro.

Menurutnya, keunggulan tersebut juga relevan dengan kebutuhan dunia usaha untuk membangun sistem logistik yang efisien dan berkelanjutan.

“Pengangkutan melalui kereta api memungkinkan volume besar didistribusikan dalam satu perjalanan. Karakteristik angkutan berbasis rel juga dapat mendukung upaya perusahaan membangun rantai logistik yang lebih ramah lingkungan,” lanjutnya.

Selain sebagai moda utama, angkutan kereta api dapat menjadi bagian dari strategi diversifikasi moda logistik. Jaringan rel yang menghubungkan berbagai wilayah memungkinkan distribusi disesuaikan dengan kapasitas, tujuan, jadwal, serta karakteristik komoditas.

Bagi dunia usaha, pemilihan moda transportasi bukan sekadar soal memindahkan barang dari satu titik ke titik lain. Faktor keamanan, ketepatan jadwal, kapasitas, efisiensi, dan keberlanjutan turut menjadi bagian dari pertimbangan dalam menjaga kelancaran rantai pasok.

Beragamnya komoditas yang diangkut KAI Daop 8 juga menunjukkan luasnya pemanfaatan layanan angkutan barang berbasis rel. Selain petikemas dan BBM, layanan tersebut mencakup barang retail dan berbagai komoditas lainnya.

KAI Daop 8 Surabaya terus mendorong peningkatan layanan angkutan barang melalui penguatan aspek keselamatan, keandalan operasional, optimalisasi layanan, serta kolaborasi dengan pelanggan dan pemangku kepentingan.

” Kami ingin layanan angkutan barang KAI menjadi bagian dari solusi logistik bagi dunia usaha. Bukan hanya mendukung distribusi, tetapi juga mendorong pola logistik yang semakin efisien dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan pelanggan, kami dapat memahami kebutuhan distribusi secara lebih baik dan menghadirkan layanan yang mendukung kelancaran rantai pasok,” pungkas Mahendro.