KaMedia – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) bersama Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Melalui Program SEDAP BANJAR (Sembada Pangan Melalui Electrifying Agriculture), PLN menghadirkan inovasi pertanian modern berbasis energi listrik di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Program ini menjadi langkah nyata PLN dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan produktif. Dukungan diberikan melalui penyaluran berbagai peralatan pertanian berbasis listrik, mulai dari hand traktor elektrik, mesin perontok padi, mesin semprot hama elektrik, hingga pompa air listrik yang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas proses budidaya sekaligus menekan biaya operasional petani.
Tak hanya menyediakan sarana produksi, PLN juga memperkuat kapasitas petani melalui berbagai pelatihan, mulai dari pengolahan hasil pertanian, strategi pemasaran produk, hingga teknik pengendalian hama. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing petani sekaligus menciptakan nilai tambah bagi hasil pertanian lokal.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Manajemen PLN UPT Gresik, Rizky Wahyu, kepada Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Banjarsari, Sapiin, serta disaksikan oleh Kepala Desa Banjarsari bersama jajaran Muspika Kecamatan Cerme pada Kamis (25/6).
Secara terpisah, General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa Program SEDAP BANJAR merupakan wujud komitmen PLN dalam menghadirkan manfaat listrik yang tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai penggerak produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
” Melalui Program SEDAP BANJAR, PLN ingin menghadirkan manfaat nyata dari energi listrik bagi masyarakat. Kami berharap bantuan peralatan berbasis listrik yang disertai penguatan kapasitas petani ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menciptakan efisiensi usaha tani, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. PLN berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya ekosistem Electrifying Agriculture sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional dan pembangunan desa yang berkelanjutan,” ujar Ika Sudarmaja.
Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, Program SEDAP BANJAR diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi desa berbasis pemanfaatan energi listrik. Sinergi antara teknologi, peningkatan kompetensi petani, dan pemberdayaan masyarakat diyakini mampu melahirkan sistem pertanian yang lebih modern, efisien, serta berdaya saing tinggi.
Melalui berbagai program TJSL, PLN UIT JBM terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Ke depan, PLN akan terus memperluas pemanfaatan listrik produktif di berbagai sektor sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan terwujudnya desa-desa yang semakin mandiri dan berkelanjutan.











